TANA TIDUNG, Metrokaltara.com — Semangat memperkuat dunia pendidikan di Kabupaten Tana Tidung kembali ditegaskan melalui pelantikan dan pengukuhan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tana Tidung serta Ibunda Guru Kabupaten Tana Tidung.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Tidung, Rabu (16/9/2026), dan dihadiri Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung sekaligus Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Vamelia Ibrahim, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung Martha Sabri, jajaran kepala OPD, para camat, Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Utara, kepala sekolah se-Kabupaten Tana Tidung, pengurus PGRI Kabupaten Tana Tidung serta anggota TP PKK Kabupaten Tana Tidung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelantikan dan pengukuhan Pengurus PGRI Kabupaten Tana Tidung. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Ibunda Guru Kabupaten Tana Tidung oleh Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Utara.
Momentum tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi juga menjadi penegasan kembali pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi guru, sekolah, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam membangun kualitas sumber daya manusia di daerah.
Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PGRI Kabupaten Tana Tidung yang telah dilantik.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus PGRI Kabupaten Tana Tidung yang telah dilantik,” ujar Ibrahim Ali.
Menurutnya, amanah yang diberikan kepada jajaran pengurus PGRI bukan sekadar jabatan dalam sebuah organisasi. Lebih dari itu, terdapat tanggung jawab besar untuk memperkuat peran guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Kabupaten Tana Tidung.
Ibrahim menilai PGRI memiliki posisi strategis dalam perjalanan dunia pendidikan. Organisasi tersebut tidak hanya menjadi wadah perjuangan para guru, tetapi juga memiliki peran dalam pengembangan profesionalisme dan memperkuat solidaritas sesama tenaga pendidik.
Karena itu, ia berharap kepengurusan PGRI yang baru dapat semakin solid, aktif dan adaptif dalam menghadapi berbagai dinamika pendidikan yang terus berkembang.
“PGRI memiliki peran yang sangat strategis sebagai wadah perjuangan, pengembangan profesionalisme, serta penguatan solidaritas para guru,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan organisasi dalam membaca berbagai tantangan pendidikan. Perubahan zaman, perkembangan teknologi, kebutuhan peserta didik hingga tuntutan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran membutuhkan guru yang terus berkembang dan mampu beradaptasi.
Dalam konteks tersebut, keberadaan PGRI diharapkan mampu menjadi ruang bersama bagi para guru untuk bertukar gagasan, meningkatkan kapasitas serta memperkuat komunikasi dalam menjalankan tugas pendidikan.
Pemkab Tegaskan Komitmen Bersinergi
Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, lanjut Ibrahim, berkomitmen untuk terus membangun sinergi bersama PGRI dan seluruh insan pendidikan.
Sinergi tersebut dinilai penting agar berbagai kebijakan dan program pendidikan di daerah dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Tana Tidung berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan PGRI dan seluruh insan pendidikan,” tegasnya.
Ibrahim juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan inklusif.
Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter anak. Karena itu, lingkungan pendidikan harus mampu memberikan rasa aman sekaligus mendorong peserta didik untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Target akhirnya, kata Ibrahim, adalah melahirkan generasi Tana Tidung yang berkarakter, berprestasi dan memiliki daya saing.
Di hadapan para pengurus PGRI, kepala sekolah dan insan pendidikan, Ibrahim juga berpesan agar kekompakan organisasi terus dijaga.
Komunikasi yang baik antara pengurus dengan anggota maupun dengan pemerintah daerah harus menjadi bagian penting dalam menjalankan roda organisasi.
Ia berharap PGRI dapat benar-benar menjadi rumah bersama bagi seluruh guru di Kabupaten Tana Tidung.
“Jaga kekompakan, bangun komunikasi yang baik, dan jadikan organisasi ini sebagai rumah bersama bagi seluruh guru di Kabupaten Tana Tidung,” pesannya.
Awal Semangat Baru Pendidikan Tana Tidung
Pelantikan pengurus PGRI dan Ibunda Guru Kabupaten Tana Tidung menjadi momentum untuk membangun semangat baru dalam perjalanan pendidikan di daerah.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, peran guru tetap menjadi salah satu fondasi utama dalam menyiapkan generasi masa depan.
Guru tidak hanya berdiri di depan kelas untuk menyampaikan materi pembelajaran. Di tangan para guru pula proses pembentukan karakter, kedisiplinan, kreativitas dan daya juang generasi muda berlangsung.
Karena itu, penguatan organisasi profesi guru menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Ibrahim pun mengajak seluruh pengurus PGRI dan insan pendidikan menjadikan momentum pelantikan tersebut sebagai titik awal untuk bergerak bersama.
“Mari kita jadikan momentum pelantikan ini sebagai awal dari semangat baru untuk bergerak bersama memajukan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tana Tidung,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan pendidikan di Tana Tidung membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah, guru, kepala sekolah, organisasi profesi, orang tua dan masyarakat memiliki ruang serta tanggung jawab masing-masing untuk memastikan anak-anak Tana Tidung mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Dengan kepengurusan PGRI yang baru serta hadirnya Ibunda Guru, harapannya kolaborasi tersebut semakin kuat dan mampu menghadirkan gerakan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan generasi yang berkarakter dan siap menghadapi masa depan. (rko)



