TANA TIDUNG, Metrokaltara.com — Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pembangunan sarana perdagangan di tingkat desa. Salah satunya dengan hadirnya Pasar Takau di Desa Seludau yang resmi diresmikan Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, Rabu (16/9/2026).
Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Seludau. Sebab, pasar yang dibangun secara bertahap sejak 2023 itu tidak hanya dipandang sebagai fasilitas perdagangan, tetapi diharapkan menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan menggerakkan roda perekonomian desa.
Bupati Ibrahim Ali hadir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung sekaligus Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Vamelia Ibrahim, SE., M.Pd., Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung Martha Sabri, Anggota DPRD Kabupaten Tana Tidung, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tana Tidung, Kepala DSPPPAPMD, sejumlah kepala OPD terkait, Kepala Desa Seludau, serta masyarakat Desa Seludau.
Suasana peresmian berlangsung dengan antusias. Kehadiran masyarakat menunjukkan bahwa keberadaan pasar tersebut memiliki arti penting bagi aktivitas ekonomi warga, khususnya dalam membuka ruang transaksi dan pemasaran berbagai kebutuhan maupun produk yang dihasilkan masyarakat desa.
Dibangun Bertahap Sejak 2023
Dalam laporannya, Kepala Desa Seludau menjelaskan bahwa pembangunan Pasar Takau dilakukan secara bertahap sejak 2023.
Pembangunan kemudian terus dilanjutkan dengan melengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung hingga 2026. Seluruh tahapan pembangunan tersebut dilaksanakan melalui dukungan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD).
Proses pembangunan secara bertahap tersebut menunjukkan adanya upaya Pemerintah Desa Seludau dalam membangun fasilitas yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Pasar Takau diharapkan mampu menjadi salah satu simpul kegiatan ekonomi masyarakat Desa Seludau.
Bukan sekadar tempat bertemunya pedagang dan pembeli, pasar tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan menjual hasil usaha mereka secara lebih terbuka.
Bupati, Pasar Harus Hidup dan Memberi Manfaat
Bupati Ibrahim Ali memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Desa Seludau yang telah berupaya membangun Pasar Takau secara bertahap.
Menurutnya, pembangunan pasar merupakan langkah konkret pemerintah desa dalam menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi.
Namun, menurut Ibrahim, pembangunan fisik hanyalah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana pasar tersebut dapat benar-benar hidup, dimanfaatkan masyarakat dan memberikan dampak ekonomi secara berkelanjutan.
“Pasar ini jangan hanya dibangun, tetapi bagaimana pasar ini bisa hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian penekanan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut.
Bagi pemerintah daerah, keberadaan pusat perdagangan di desa memiliki nilai strategis. Pasar dapat menjadi tempat masyarakat menjual hasil usaha sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus selalu bergantung pada pusat perdagangan di wilayah lain.
Dengan demikian, perputaran uang diharapkan semakin banyak berlangsung di dalam wilayah desa.
Produk Lokal Jangan Hanya Jadi Penonton
Ibrahim juga mendorong masyarakat agar mampu melihat keberadaan Pasar Takau sebagai peluang.
Berbagai hasil usaha masyarakat, mulai dari produk kebutuhan sehari-hari, hasil pertanian, perkebunan, perikanan maupun usaha rumah tangga, diharapkan dapat mengambil tempat dalam aktivitas perdagangan di pasar tersebut.
Menurutnya, masyarakat Tana Tidung harus berani mengambil peran dalam mengembangkan potensi ekonomi yang ada di daerah sendiri.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah upaya pemerintah daerah mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Masyarakat, kata dia, jangan hanya menjadi penonton ketika aktivitas ekonomi berkembang di daerahnya sendiri.
Sebaliknya, masyarakat harus menjadi pelaku sekaligus penggerak perekonomian di Bumi Upun Taka.
Infrastruktur Jadi Kunci Pergerakan Ekonomi
Dalam kesempatan itu, Bupati Ibrahim Ali juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur dan jalur transportasi dalam menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan pasar tidak dapat berdiri sendiri. Aktivitas perdagangan membutuhkan akses yang lancar agar masyarakat, pedagang dan barang dapat bergerak dengan mudah.
Kelancaran transportasi akan berpengaruh terhadap distribusi barang, ketersediaan kebutuhan masyarakat hingga pembentukan harga di tingkat pasar.
Semakin mudah akses menuju pasar, maka semakin terbuka pula peluang masyarakat untuk memperluas aktivitas perdagangan.
Begitu pula dengan distribusi barang. Infrastruktur transportasi yang baik akan membantu menekan hambatan distribusi sehingga pasokan barang dapat lebih terjaga.
“Transportasi menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi. Kalau akses lancar, distribusi barang juga semakin mudah,” menjadi salah satu penekanan Bupati.
Karena itu, pembangunan pasar perlu berjalan beriringan dengan peningkatan konektivitas wilayah.
Dari Pasar Desa Menuju Penggerak Ekonomi
Peresmian Pasar Takau menjadi gambaran bahwa pembangunan ekonomi masyarakat tidak selalu harus dimulai dari proyek berskala besar.
Fasilitas sederhana di tingkat desa, apabila dikelola dengan baik dan didukung aktivitas masyarakat, dapat menjadi titik awal tumbuhnya ekonomi lokal.
Pemerintah Desa Seludau telah memulai pembangunan fasilitas tersebut sejak 2023 dan melengkapinya secara bertahap hingga 2026.
Kini tantangannya beralih kepada pengelolaan dan pemanfaatan.
Pasar harus mampu menarik aktivitas perdagangan. Pedagang harus mendapatkan ruang yang layak. Masyarakat harus merasa membutuhkan keberadaan pasar. Produk lokal harus mendapatkan tempat. Sementara pemerintah perlu memastikan ekosistem pendukungnya terus diperkuat.
Jika seluruh unsur tersebut bergerak bersama, Pasar Takau bukan hanya menjadi bangunan fisik di Desa Seludau, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat.
Bupati Ibrahim Ali pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan potensi tersebut.
Pemerintah membuka ruang, desa membangun fasilitas, sementara masyarakat menjadi aktor utama yang menghidupkan aktivitas ekonomi.
Semangat yang ingin dibangun sederhana, masyarakat Tana Tidung tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri, tetapi harus mampu menjadi pelaku dan penggerak ekonomi di Bumi Upun Taka. (rko)


