TANA TIDUNG, Metrokaltara.com — Penguatan peran perempuan dan keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Tana Tidung.
Hal tersebut ditegaskan melalui pelantikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan, Ketua TP Posyandu Kecamatan, Bunda Literasi Kecamatan, serta Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Tana Tidung.
Pelantikan dipimpin Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung sekaligus Ketua TP Posyandu, Bunda Literasi dan Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, SE., M.Pd., di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut disaksikan langsung Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, serta dihadiri jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, para camat, pengurus TP PKK, kader Posyandu, Bunda Literasi, Bunda PAUD dan sejumlah undangan lainnya.
Pelantikan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial pergantian atau pengukuhan kepengurusan. Lebih jauh, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring pemberdayaan masyarakat hingga tingkat kecamatan dan desa.
Peran TP PKK, TP Posyandu, Bunda Literasi dan Bunda PAUD dinilai memiliki keterkaitan erat dengan berbagai sektor pembangunan yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat.
Mulai dari pemberdayaan keluarga, peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, penguatan budaya membaca dan literasi, hingga peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
Dengan amanah baru tersebut, para pengurus diharapkan mampu menerjemahkan program pembangunan pemerintah daerah ke dalam kegiatan yang konkret dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Terutama dengan membangun komunikasi dan koordinasi yang kuat bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat.
Bukan Sekadar Seremonial
Keberadaan organisasi dan gerakan perempuan di tingkat kecamatan memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga sebagai unit terkecil dalam pembangunan.
Keluarga yang sehat, memiliki akses pendidikan yang baik, serta memiliki budaya literasi yang kuat akan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang berkualitas.
Karena itu, para pengurus yang dilantik diharapkan tidak hanya menjalankan rutinitas organisasi, tetapi mampu melihat persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dan menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
TP PKK diharapkan terus memperkuat pemberdayaan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sementara TP Posyandu memiliki peran penting dalam mendorong pelayanan dasar dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, Bunda Literasi diharapkan menjadi penggerak tumbuhnya budaya membaca dan kecintaan terhadap pengetahuan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Sedangkan Bunda PAUD memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini sekaligus memastikan anak-anak memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah dan mendukung tumbuh kembang mereka.
Keempat peran tersebut memiliki irisan yang kuat dalam membangun kualitas manusia sejak dari keluarga.
Perkuat Sinergi Kecamatan dan Desa
Vamelia Ibrahim menekankan pentingnya sinergi dalam menjalankan amanah organisasi.
Menurutnya, program pemberdayaan masyarakat tidak akan berjalan maksimal apabila hanya dilakukan oleh satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader, keluarga dan masyarakat.
Karena itu, para pengurus yang telah dilantik diharapkan mampu menjadi penghubung sekaligus penggerak berbagai program pembangunan di tingkat kecamatan.
Program yang dijalankan juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan administratif, tetapi memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Terlebih, wilayah Kabupaten Tana Tidung memiliki karakteristik geografis dan sosial masyarakat yang beragam. Kondisi tersebut membutuhkan pendekatan program yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Dorong SDM Tana Tidung yang Unggul
Pelantikan tersebut sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Kabupaten Tana Tidung.
Pembangunan manusia tidak hanya dimulai ketika seseorang memasuki usia sekolah, tetapi jauh sebelumnya, yakni sejak dalam keluarga dan masa anak usia dini.
Kesehatan, pendidikan, literasi, pola pengasuhan dan pemberdayaan keluarga menjadi mata rantai yang saling berkaitan.
Karena itu, keberadaan TP PKK, TP Posyandu, Bunda Literasi dan Bunda PAUD di tingkat kecamatan diharapkan mampu menjadi kekuatan sosial yang ikut menopang agenda pembangunan pemerintah daerah.
Para pengurus juga diharapkan dapat terus membangun inovasi, memperkuat koordinasi dan membuka ruang partisipasi masyarakat.
Dengan demikian, amanah yang diberikan melalui pelantikan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengabdian untuk meningkatkan kualitas keluarga dan masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung berharap lahir keluarga yang semakin sehat, mandiri, berdaya, cerdas dan berkualitas.
Pada akhirnya, penguatan peran keluarga, kesehatan, literasi dan pendidikan anak usia dini menjadi investasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia Tana Tidung yang unggul, berkarakter dan mampu menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang. (rko)



