TANA TIDUNG, Metrokaltara.com — Semangat menghidupkan kembali potensi pangan lokal sekaligus mendorong pola hidup sehat di lingkungan keluarga menjadi pesan utama dalam Lomba Masak Menu Sehat Keluarga Tingkat Kabupaten Tana Tidung Tahun 2026.
Mengusung tema “Keluarga Sehat dan Kreatif Melalui Pangan Lokal”, kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Bank Kaltimtara, Rabu (16/9/2026). Lomba tidak sekadar menjadi ajang adu kreativitas memasak, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menyediakan makanan sehat, bergizi, beragam, sekaligus memanfaatkan bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Tana Tidung Sabri, Ketua TP-PKK Kabupaten Tana Tidung sekaligus Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Vamelia Ibrahim, Wakil Ketua TP-PKK Martha Sabri, sejumlah kepala OPD terkait, serta para peserta lomba yang merupakan perwakilan desa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tana Tidung.
Suasana perlombaan pun tidak hanya diwarnai kreativitas peserta dalam mengolah bahan makanan. Di balik berbagai menu yang disajikan, terselip pesan yang lebih besar: bahwa membangun keluarga sehat dapat dimulai dari sesuatu yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni meja makan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tana Tidung Sabri menegaskan bahwa lomba tersebut tidak boleh dipandang hanya sebagai kompetisi untuk menentukan masakan paling lezat atau penyajian paling menarik.
“Kegiatan hari ini memiliki makna yang sangat penting. Lomba memasak ini bukan semata-mata untuk menentukan siapa yang paling enak masakannya, siapa yang paling indah penyajiannya, atau siapa yang menjadi juara,” ujar Sabri.
Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi kesempatan bersama untuk belajar bahwa makanan sehat tidak selalu identik dengan bahan yang mahal maupun sulit diperoleh.
Justru, kata dia, masyarakat perlu didorong untuk mampu mengolah bahan-bahan sederhana yang tersedia di sekitar menjadi menu keluarga yang sehat dan bergizi.
“Kegiatan ini merupakan kesempatan bagi kita untuk belajar bahwa menu sehat dapat dibuat dengan bahan yang sederhana, mudah diperoleh dan tidak harus mahal. Inilah yang perlu kita dorong di tengah masyarakat,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan untuk membangun kesadaran keluarga mengenai pola konsumsi pangan yang sehat. Sebab, kualitas makanan yang dikonsumsi keluarga bukan hanya berkaitan dengan rasa, tetapi juga berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan gizi dan kualitas tumbuh kembang anggota keluarga.
Karena itu, pemanfaatan pangan lokal dinilai memiliki ruang yang sangat besar untuk dikembangkan.
Sabri mengajak para peserta maupun masyarakat Tana Tidung secara luas agar tidak membiarkan potensi pangan yang ada di lingkungan sekitar hanya menjadi bahan yang tidak termanfaatkan secara optimal.
Bahan pangan lokal, menurutnya, dapat diolah dengan kreativitas menjadi hidangan yang sehat, bergizi, menarik, sekaligus berpotensi memiliki nilai ekonomi.
“Jangan sampai bahan pangan yang ada di sekitar kita justru tidak dimanfaatkan secara maksimal. Dengan kreativitas, bahan pangan lokal dapat diolah menjadi hidangan yang sehat, bergizi, menarik dan memiliki nilai ekonomi,” tegasnya.
Artinya, dapur keluarga tidak hanya dipandang sebagai tempat menyiapkan makanan. Lebih jauh, dapur dapat menjadi ruang pembelajaran, ruang kreativitas, sekaligus pintu masuk untuk membangun ketahanan pangan keluarga.
Jika kreativitas tersebut terus dikembangkan, pangan lokal tidak hanya berhenti sebagai konsumsi rumah tangga. Produk olahan berbasis bahan lokal juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada TP-PKK Kabupaten Tana Tidung yang dinilai terus menghadirkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, khususnya keluarga.
“Saya sangat mengapresiasi TP-PKK Kabupaten Tana Tidung yang terus menghadirkan kegiatan-kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan keluarga,” ungkapnya.
Kehadiran Ketua TP-PKK Kabupaten Tana Tidung Vamelia Ibrahim bersama Wakil Ketua TP-PKK Martha Sabri, kepala OPD terkait, serta peserta dari berbagai desa menunjukkan bahwa gerakan membangun keluarga sehat membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan partisipasi masyarakat.
Lomba masak ini pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Setiap menu yang diolah peserta membawa pesan tentang bagaimana bahan yang sederhana dapat menjadi hidangan yang bernilai ketika disentuh kreativitas.
Dari sayuran, umbi-umbian, hasil kebun, hingga berbagai bahan pangan yang tersedia di wilayah Tana Tidung, semuanya memiliki peluang untuk diolah menjadi menu keluarga yang sehat sekaligus memiliki daya tarik.
Pesan yang dibawa pun sederhana, tetapi fundamental keluarga sehat dimulai dari makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Sabri mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjadikan semangat tersebut sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Mulai dari meja makan, mari kita bangun keluarga yang sehat. Dari keluarga yang sehat kita bangun masyarakat yang kuat, dan dari masyarakat yang kuat kita bersama-sama membangun Kabupaten Tana Tidung yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Dengan demikian, semangat lomba tidak berhenti ketika penilaian dan pengumuman pemenang berakhir. Yang diharapkan justru adalah kebiasaan baru di tengah keluarga: semakin kreatif mengolah pangan lokal, semakin sadar terhadap gizi, serta semakin mampu menjadikan potensi yang ada di sekitar sebagai sumber pangan dan peluang ekonomi.
Dari dapur keluarga, gerakan hidup sehat dimulai. Dari pangan lokal, kemandirian masyarakat dibangun. (rko)

