TANA TIDUNG, Metrokaltara.com — Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tana Tidung terus mendorong penguatan budaya literasi di tengah masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Family Gathering bersama para penggiat Taman Baca Masyarakat (TBM) yang dirangkai dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Praktik Baik Taman Baca menjadi Ruang Aman, Nyaman, dan Ramah Anak.
Kegiatan berlangsung di kawasan Wisata Mangkaban, Sabtu (12/9/2026), dan diikuti para penggiat TBM dari desa-desa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tana Tidung.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung sekaligus Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Vamelia Ibrahim, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan Bunda Literasi Kabupaten Tana Tidung.
Turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tana Tidung serta para camat se-Kabupaten Tana Tidung.
Family gathering tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan para penggiat literasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dan membangun komitmen bersama dalam mengembangkan gerakan literasi hingga ke tingkat desa.
Dalam kegiatan tersebut, para penggiat TBM mendapatkan pembekalan melalui Bimtek penulisan praktik baik yang menghadirkan Darmawati, S.Pd. sebagai narasumber.
Bimtek diarahkan agar para penggiat TBM mampu mendokumentasikan berbagai pengalaman, inovasi, kegiatan, maupun pendekatan yang telah mereka lakukan dalam menghidupkan taman baca di lingkungan masing-masing.
Dokumentasi praktik baik tersebut dinilai penting. Sebab, berbagai kegiatan positif yang lahir dari taman baca selama ini tidak hanya menjadi aktivitas membaca, tetapi juga dapat menjadi model yang bisa dipelajari dan dikembangkan oleh TBM lainnya.
Bukan Sekadar Tempat Membaca
Vamelia Ibrahim menegaskan, keberadaan taman baca di tengah masyarakat harus memiliki makna yang lebih luas.
Menurutnya, TBM tidak semestinya hanya dipandang sebagai tempat anak-anak datang untuk membaca buku. Lebih dari itu, taman baca harus mampu menjadi ruang bagi anak untuk tumbuh, belajar, berkreasi, berinteraksi dan mengembangkan potensi dirinya.
Karena itu, aspek keamanan, kenyamanan dan keramahan terhadap anak menjadi bagian penting dalam pengembangan TBM di Kabupaten Tana Tidung.
“Taman baca bukan sekadar tempat membaca, tetapi juga ruang tumbuh, belajar, berkarya, dan berinteraksi yang aman, nyaman, serta ramah bagi anak,” ungkap Vamelia.
Ia menilai, para penggiat TBM memiliki posisi strategis dalam membangun kebiasaan membaca sekaligus menanamkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak usia dini.
Keberadaan TBM yang tumbuh hingga tingkat desa juga membuat gerakan literasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih dekat. Anak-anak tidak harus menunggu fasilitas besar untuk mendapatkan ruang belajar, sebab lingkungan sekitar dapat menjadi bagian dari ekosistem literasi.
Menurut Vamelia, penguatan literasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan peran keluarga, masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, hingga para relawan dan penggiat literasi.
Praktik Baik Jangan Berhenti di Satu TBM
Melalui Bimtek penulisan praktik baik, para penggiat TBM juga didorong untuk tidak membiarkan berbagai inovasi yang telah mereka lakukan berhenti sebagai pengalaman pribadi.
Setiap kegiatan yang berhasil memberikan dampak positif kepada anak dan masyarakat perlu dicatat, ditulis dan didokumentasikan.
Dengan demikian, pengalaman dari satu TBM dapat menjadi referensi bagi TBM lainnya.
Mulai dari cara mengelola taman baca, menciptakan kegiatan kreatif untuk anak, membangun keterlibatan orang tua, mengembangkan aktivitas membaca, hingga menciptakan lingkungan yang aman dan menyenangkan dapat menjadi bagian dari praktik baik yang layak dibagikan.
Langkah tersebut sekaligus mendorong para penggiat TBM agar tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan literasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing.
Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Penggiat Literasi
Kegiatan yang melibatkan TP PKK, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, pemerintah kecamatan serta penggiat TBM dari setiap desa ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Tana Tidung.
Vamelia berharap sinergi tersebut dapat terus terjaga dan dikembangkan.
“Dengan sinergi TP PKK, pemerintah daerah, kecamatan, dan para penggiat literasi, diharapkan budaya membaca dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan semakin tumbuh di Kabupaten Tana Tidung,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan literasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Literasi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter anak.
Karena itu, keberadaan TBM di setiap desa diharapkan dapat terus dihidupkan dengan berbagai kegiatan yang kreatif, edukatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Para penggiat TBM juga diharapkan mampu menciptakan suasana yang membuat anak merasa nyaman datang ke taman baca. Dengan begitu, membaca tidak dipandang sebagai kewajiban, tetapi menjadi aktivitas yang menyenangkan.
Kegiatan Family Gathering dan Bimtek tersebut pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai buku dan kemampuan menulis. Lebih jauh, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya membangun ruang-ruang pembelajaran alternatif yang dekat dengan masyarakat.
“Bersama membangun generasi Tana Tidung yang literat, kreatif, dan berkarakter,” tegas Vamelia.
Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, pemerintah kecamatan, desa dan para penggiat TBM, gerakan literasi di Kabupaten Tana Tidung diharapkan tidak hanya semakin luas, tetapi juga mampu melahirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan ramah bagi anak-anak di Bumi Upun Taka. (rko)


