Indosat Perluas Literasi Digital dan AI Lewat Program GENsi di Tarakan

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Peningkatan akses internet di berbagai daerah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir membawa peluang sekaligus tantangan baru. Meski konektivitas semakin luas, kesiapan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan teknologi digital—termasuk kecerdasan artifisial (AI)—masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Menjawab tantangan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison bekerja sama dengan Nokia dan Kementerian Komunikasi dan Digital menghadirkan program Generasi Terkoneksi (GENsi) di Tarakan. Program ini bertujuan memperkuat literasi digital dan pemahaman AI di tingkat lokal melalui pendekatan pembelajaran berkelanjutan.
Kegiatan GENsi di Tarakan dilaksanakan pada 10 Februari 2026 di Universitas Borneo Tarakan, dan diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari perguruan tinggi mitra serta sekolah menengah di wilayah sekitar. Program ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan perdana GENsi yang sebelumnya digelar di Palembang pada awal 2026.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai literasi digital dasar, keamanan digital, pengenalan AI dan AI agents, serta etika penggunaan AI secara bertanggung jawab. Selain materi konseptual, peserta juga diajak mempraktikkan pemanfaatan AI melalui pendekatan low-code dan no-code untuk merancang solusi sederhana yang relevan dengan isu di lingkungan masing-masing, seperti pengembangan chatbot berbasis kebutuhan komunitas.
Untuk memperluas dampak program, GENsi juga menyiapkan hingga 20 GENsi Digital Trainers. Para trainer ini diharapkan dapat menjadi penggerak literasi digital dan AI di lingkungan kampus maupun komunitas, serta melanjutkan proses berbagi pengetahuan secara mandiri di daerahnya.
Yogo Pandego Bagus Widodo, Acting Officer Head of Circle Kalisumapa sekaligus SVP Head of Prepaid Sales & Distribution Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan bahwa tantangan transformasi digital saat ini tidak lagi sebatas ketersediaan akses.
“Di banyak tempat, akses digital sudah semakin luas. Tantangannya sekarang adalah memastikan masyarakat siap memanfaatkannya. Melalui GENsi, kami ingin memperluas literasi digital dan AI secara inklusif, khususnya di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, agar talenta lokal dapat berkontribusi langsung pada ekonomi digital yang berkelanjutan,” ujarnya Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini. Menurutnya, keterlibatan mitra industri, pemerintah, dan komunitas diharapkan mampu membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain pelatihan tatap muka, GENsi juga memperluas jangkauan melalui platform pembelajaran mandiri berbasis Learning Management System (LMS). Melalui skema ini, program menargetkan hingga 10.000 pembelajar dari berbagai daerah di Indonesia agar dapat meningkatkan kapabilitas digital secara fleksibel sesuai konteks masing-masing.

Dalam kolaborasi tersebut, Indosat berperan sebagai inisiator dan pemilik program. Nokia mendukung penguatan literasi digital dan AI dari perspektif industri teknologi dan jaringan. Dari sisi pemerintah, BPPTIK Komdigi terlibat dalam penguatan kapasitas dan literasi digital yang selaras dengan agenda nasional, sementara Kumpul berperan sebagai mitra pelaksana dalam desain pembelajaran, fasilitasi kegiatan, dan pendampingan komunitas.

Melalui program GENsi, Indosat menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memperluas konektivitas digital, tetapi juga mendampingi masyarakat agar lebih siap memanfaatkan teknologi digital dan AI secara aman, produktif, dan berkelanjutan.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses