TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Suasana duka menyelimuti Desa Sambungan, Kecamatan Tana Lia, Rabu (29/7/2026). Langit yang teduh seolah turut mengiringi kepergian almarhum Muluk Sulaiman bin Bahar, Kepala Desa Sambungan, yang dikenal sebagai sosok sederhana dan dekat dengan masyarakat.
Di tengah kesedihan keluarga dan warga, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir. Didampingi Ketua DPRD Kabupaten Tana Tidung, Bupati datang ke rumah duka sebelum mengikuti seluruh rangkaian prosesi pemakaman.
Sejak pelaksanaan salat jenazah hingga mengantarkan almarhum ke liang lahat, Ibrahim Ali tampak larut dalam suasana duka bersama masyarakat. Kehadirannya menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian seorang kepala desa yang selama ini mengabdikan diri untuk membangun Desa Sambungan dan melayani masyarakatnya.
Di hadapan keluarga yang ditinggalkan, Bupati menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhum.

Bupati Ibrahim Ali Ikut Melakukan Salat Jenazah Bersama Para Tokoh Tokoh Agama dan Warga Desa Sambungan
“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara kita, almarhum Muluk Sulaiman bin Bahar. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, memberikan husnul khatimah, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin,” ujar Ibrahim Ali.
Menurut Bupati, kepergian almarhum bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dan masyarakat Desa Sambungan. Selama mengemban amanah sebagai kepala desa, almarhum dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat serta berupaya mendorong pembangunan di wilayahnya.
Ia berharap seluruh pengabdian yang telah diberikan almarhum menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan mendapat balasan pahala dari Allah SWT.
“Semoga segala dedikasi, pengabdian, dan kerja keras beliau selama memimpin Desa Sambungan menjadi amal kebaikan yang diterima Allah SWT. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan menghadapi musibah ini,” tuturnya.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Isak tangis keluarga berpadu dengan lantunan doa dari para pelayat yang mengiringi langkah terakhir almarhum menuju tempat peristirahatan terakhirnya.
Kepergian Muluk Sulaiman meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Desa Sambungan. Sosoknya dikenang sebagai pemimpin yang rendah hati, mudah bergaul, dan selalu berupaya hadir di tengah masyarakat dalam berbagai keadaan.
Hari itu, tanah Desa Sambungan bukan hanya menerima jasad seorang kepala desa, tetapi juga menyimpan jejak pengabdian seorang pemimpin yang telah menunaikan amanahnya hingga akhir hayat. Doa-doa yang dipanjatkan mengiringi kepergiannya, menjadi harapan agar segala kebaikan yang pernah ditanamkan semasa hidup menjadi cahaya yang menerangi perjalanannya menuju keabadian. (rko)

