MALINAU, Metrokaltara.com – Hubungan persaudaraan lintas batas kembali diperkuat. Pemerintah Kabupaten Malinau menerima kunjungan silaturahmi delegasi dari IDS Sabah, Malaysia, yang disambut langsung oleh Wakil Bupati Malinau Jakaria, SE., M.Si. bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Restoran Pondok Ulin, Rabu (29/7/2026) siang.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Bukan sekadar jamuan makan siang, pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai pembangunan kawasan pedalaman, pemberdayaan masyarakat, hingga peluang kerja sama di masa mendatang.
Rombongan dari Sabah diketahui berasal dari salah satu lembaga pendidikan dan penelitian yang tengah melakukan kunjungan ke wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Meski agenda utama mereka berada di Kabupaten Nunukan, rombongan secara khusus menyempatkan diri singgah ke Malinau untuk melihat secara langsung perkembangan daerah yang dinilai memiliki karakteristik hampir serupa dengan salah satu kawasan pedalaman di Sabah.
Wilayah tersebut, menurut delegasi Sabah, akan menjadi fokus pembangunan dalam sepuluh tahun mendatang sehingga pengalaman Kabupaten Malinau dinilai penting sebagai referensi.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Jakaria menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran delegasi Sabah menjadi kehormatan sekaligus peluang untuk mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin melalui ikatan sejarah dan budaya masyarakat di kawasan perbatasan.
“Kami menyambut baik kunjungan ini. Mereka ingin mengetahui bagaimana Kabupaten Malinau membangun kehidupan masyarakat agar tetap rukun, produktif, mampu berkreasi, bekerja dengan tenang, serta memanfaatkan seluruh potensi daerah yang dimiliki,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, Pemerintah Kabupaten Malinau memaparkan berbagai strategi pembangunan yang diterapkan selama ini. Meski memiliki keterbatasan kewenangan sebagai pemerintah daerah, Pemkab Malinau terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan, pelatihan, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Selain sektor pertanian dan perikanan, masyarakat juga didorong mengembangkan berbagai produk berbasis budaya dan tradisi adat sebagai komoditas bernilai ekonomi. Kerajinan, seni budaya, hingga potensi wisata lokal dipromosikan agar mampu menembus pasar luar daerah bahkan mancanegara.
Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pendapatan itu kemudian menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah di samping dana transfer dari pemerintah pusat.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Delegasi Sabah tampak antusias mendengarkan berbagai pengalaman Malinau dalam membangun wilayah pedalaman yang luas dengan kondisi geografis yang menantang.
Jakaria juga mengungkapkan bahwa hubungan antara Malinau dan Sabah bukanlah hubungan yang baru. Sebagian masyarakat di Sabah memiliki ikatan kekerabatan dengan warga Malinau yang telah terjalin sejak lama, sehingga hubungan sosial dan budaya menjadi modal penting dalam membangun kerja sama di masa depan.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Kehadiran mereka menjadi penyemangat bagi pemerintah dan masyarakat Malinau untuk terus berbenah dan membangun daerah. Ke depan, kami juga berharap dapat melakukan kunjungan balasan ke Negeri Sabah sebagai bagian dari penguatan kerja sama dan silaturahmi lintas negara,” tutup Jakaria.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal terbukanya kolaborasi yang lebih luas antara Kabupaten Malinau dan Sabah, baik di bidang pendidikan, penelitian, pemberdayaan masyarakat, maupun pengembangan ekonomi kawasan perbatasan. Di tengah kedekatan geografis dan ikatan budaya yang telah terjalin selama puluhan tahun, silaturahmi seperti ini menjadi jembatan penting untuk membangun masa depan yang saling menguatkan. (rko)

