TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Di bawah terik matahari siang yang menyengat, semangat warga Desa Buong Baru justru terasa semakin menggelora. Rabu (1/4/2026) pukul 12.00 Wita menjadi momen bersejarah, saat peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III resmi dilaksanakan di RT 02, Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasiter Korem 092/Maharajalila, Kolonel Inf. Kadir Tangdiesak, didampingi Dandim 0914/TNT, Letkol Arm. R. Florensius Ferdian Ricarda, S.T., M.I.P. Dengan penuh khidmat, prosesi peletakan batu pertama menjadi simbol dimulainya pembangunan jembatan yang akan membentang sepanjang 75 meter dengan lebar 120 sentimeter.
Suasana kebersamaan tampak begitu kental. Hadir dalam kegiatan ini unsur TNI-Polri, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga warga setempat yang berbondong-bondong menyaksikan langsung momen penting tersebut. Wajah-wajah penuh harap dan antusiasme terpancar jelas, seakan jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan jembatan harapan bagi masa depan mereka.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III ini merupakan bagian dari program nasional yang sejalan dengan visi besar Presiden Republik Indonesia dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok negeri. Daerah-daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, kini perlahan disentuh pembangunan yang nyata dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar proyek fisik, jembatan ini diyakini akan membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat. Selama ini, akses yang terbatas kerap menjadi kendala, terutama bagi anak-anak sekolah yang harus menempuh perjalanan lebih jauh dan berisiko. Dengan hadirnya jembatan ini, perjalanan menuju sekolah diharapkan menjadi lebih cepat, aman, dan nyaman.
Tak hanya itu, roda perekonomian warga pun diprediksi akan bergerak lebih dinamis. Akses distribusi hasil pertanian, perkebunan, maupun kebutuhan pokok akan semakin lancar, membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Di balik dentingan alat dan tumpukan material yang mulai tersusun, tersimpan harapan besar masyarakat Buong Baru. Jembatan ini bukan hanya menghubungkan dua titik wilayah, tetapi juga merangkai mimpi, memperpendek jarak, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. (rko)


