Open House Lebaran di Rumah Bupati Tana Tidung, Hangat di Tengah Suasana yang Lebih Tenang

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Ada nuansa berbeda yang terasa di kediaman Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, pada perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah tahun ini. Open House yang digelar bersama sang istri, Vamelia Ibrahim, tetap berlangsung hangat, namun menyimpan cerita tersendiri—lebih tenang, namun tetap penuh makna.

Sejak hari pertama hingga hari kedua Lebaran, pintu rumah jabatan Bupati terbuka lebar bagi siapa saja. Warga berdatangan silih berganti, mulai dari tokoh masyarakat, pejabat daerah, hingga masyarakat umum yang ingin bersilaturahmi langsung dengan pemimpin daerahnya. Senyum ramah dan sapaan hangat menjadi pemandangan yang tak pernah putus.

Namun di balik itu, Vamelia Ibrahim mengakui ada perbedaan yang cukup terasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebut suasana tahun ini cenderung lebih lengang. Hal tersebut tak lepas dari panjangnya masa libur Lebaran yang membuat banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) memilih mudik ke kampung halaman.

“Memang terasa lebih sepi dari biasanya, mungkin karena libur panjang jadi banyak yang pulang kampung,” ungkapnya dengan nada santai.

Meski begitu, suasana kehangatan tetap terasa. Kehadiran masyarakat yang datang sejak hari pertama hingga hari kedua menjadi pengobat rasa sepi tersebut. Bagi Vamelia, interaksi langsung dengan warga justru menghadirkan kebahagiaan tersendiri yang tak tergantikan.

“Alhamdulillah, masyarakat tetap ramai datang. Itu yang membuat kami sangat terhibur dan bersyukur,” tambahnya.

Tak hanya soal silaturahmi, momen Lebaran juga menjadi saat yang dinanti Vamelia untuk menikmati hidangan khas favoritnya. Sebagai sosok yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, ia mengaku memiliki menu andalan yang selalu hadir di meja makan saat Idul Fitri.

Ayam Laos, buras, dan coto Makassar menjadi hidangan yang paling ia nantikan. Aroma rempah yang khas serta cita rasa tradisional menghadirkan kenangan sekaligus kehangatan keluarga dalam setiap suapan.

“Kalau Lebaran, itu momen saya menikmati makanan favorit. Rasanya beda, lebih nikmat,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali menegaskan bahwa Open House bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Baginya, Idul Fitri adalah momentum penting untuk kembali menyatukan hati setelah setahun penuh menjalani berbagai dinamika.

Dalam kesempatan tersebut, ia bersama sang istri juga menyampaikan ucapan tulus kepada seluruh masyarakat Tana Tidung.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, kami mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Batin,” ucapnya.

Lebih dari sekadar seremoni, Open House ini menjadi simbol kedekatan—bahwa di balik jabatan dan protokoler, ada kehangatan yang tetap terjaga antara pemimpin dan rakyatnya. Di tengah suasana yang mungkin tak seramai biasanya, justru tersimpan makna yang lebih dalam: tentang kesederhanaan, kebersamaan, dan keikhlasan dalam merajut silaturahmi. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses