ABK Speedboat Habibie Express Hilang di Perairan Sesayap, Diduga Terjatuh Saat Cek Mesin

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Insiden nahas terjadi di jalur transportasi sungai utama Kabupaten Tana Tidung. Seorang anak buah kapal (ABK) speedboat Habibie Express rute Tarakan–Tana Tidung dilaporkan hilang setelah terjatuh di perairan Sepakang, Sungai Sesayap, tepatnya di sekitar Pelabuhan Sebawang, Kamis (19/3).

Korban diketahui bernama Firman, kru aktif di speedboat tersebut. Informasi ini dibenarkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan.

Peristiwa itu bermula saat speedboat Habibie Express bertolak dari Tarakan sekitar pukul 14.15 WITA. Perjalanan berlangsung normal hingga memasuki wilayah perairan Sepakang sekitar pukul 16.00 WITA. Namun, kondisi sungai saat itu dilaporkan dipenuhi limbah kayu yang mengapung, sehingga motoris memilih mengurangi kecepatan demi keselamatan pelayaran.

Di tengah situasi tersebut, korban diduga turun dari bagian atas kapal untuk melakukan pengecekan di area mesin bagian bawah. Dugaan awal, pengecekan dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan pada baling-baling akibat kayu yang hanyut.

“Diduga korban turun untuk mengecek kondisi di bawah, kemungkinan terkait baling-baling atau adanya kayu yang tersangkut. Mengingat di perairan tersebut banyak limbah kayu. Tapi informasi dari motoris, tidak ada kayu yang menyangkut,” ujar Arief.

Namun nahas, saat proses turun itulah korban diduga terpeleset dari bagian belakang kapal (sepit) dan langsung jatuh ke sungai. Situasi menjadi semakin genting lantaran korban disebut tidak memiliki kemampuan berenang, sementara arus Sungai Sesayap dikenal cukup deras.

“Bisa saja saat jatuh korban terkena kayu, tetapi ini masih dugaan,” tambahnya.

Tim Gabungan Saat Menyusuri Sungai Yang Diduga Tempat Jatuhnya Abk

Mengetahui kejadian tersebut, motoris speedboat langsung memutar haluan kembali ke titik lokasi jatuhnya korban. Upaya pencarian awal pun dilakukan seketika, namun hasilnya nihil—korban tidak lagi terlihat di permukaan air.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat setempat. Sejumlah perahu tradisional hingga speedboat dikerahkan untuk menyisir area sekitar lokasi kejadian, memperluas radius pencarian di sepanjang aliran sungai.

Pihak terkait juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna mempercepat proses pencarian dan penanganan lebih lanjut.

“Tim saat ini sudah kembali ke lokasi untuk melanjutkan pencarian,” pungkas Arief.

Sementara itu, Kapolsek Sesayap Hilir, Ipda Dedy Timang, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut anggotanya telah turun langsung membantu proses pencarian di lapangan.

“Anggota saya sudah turun membantu melakukan pencarian (rescue). Untuk laporan lebih lanjut, silakan hubungi Kasat Intel,” ujarnya singkat.

Akibat peristiwa ini, perjalanan speedboat Habibie Express sempat terganggu. Para penumpang akhirnya diturunkan di Pelabuhan Keramat, Tideng Pale sekitar pukul 18.00 WITA.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras akan tingginya risiko pelayaran di jalur sungai, terutama di tengah kondisi perairan yang dipenuhi material kayu. Selain faktor alam, aspek keselamatan kru dan perlengkapan standar menjadi sorotan penting agar kejadian serupa tidak terulang. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses