Nunukan, MK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan pada Jumat, 8 Mei 2026, melakukan pemantauan lanjutan pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sejak Kamis (7/05/2026) sore hingga malam.
Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan titik-titik api benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran susulan.
Pemantauan dilakukan di sejumlah lokasi terdampak dengan menyisir area dari titik awal munculnya api hingga titik akhir kebakaran.
Dari hasil pemantauan yang dilakukan personel BPBD, kondisi di lapangan dinyatakan aman dan terkendali.
BPBD Kabupaten Nunukan juga memastikan bahwa luasan lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 10 hektare, bahkan dimungkinkan lebih luas dari perkiraan awal.
Kasubbid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, yang turut langsung melakukan pemantauan di lapangan menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pengecekan menyeluruh guna mengantisipasi potensi munculnya titik api baru.
“Pemantauan hari ini kami lakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak ada bara yang masih tersisa. Dari hasil pengecekan di lapangan, situasi saat ini aman dan terkendali. Namun kami tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di wilayah rawan karhutla,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi cuaca panas dan lahan kering masih menjadi faktor utama yang berpotensi memicu kebakaran kembali, sehingga diperlukan kerja sama seluruh pihak dalam menjaga lingkungan dan mencegah pembakaran lahan secara sembarangan.
BPBD Kabupaten Nunukan memastikan akan terus melakukan patroli serta pemantauan rutin di wilayah rawan karhutla sebagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas. (**)

