KaShaFa 2026 Dorong Penguatan Halal Value Chain di Kalimantan Utara

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan sejumlah pemangku kepentingan menggelar Kaltara Sharia Festival (KaShaFa) 2026 sebagai bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada 24–26 April 2026 di Islamic Center Tarakan.

Mengusung tema “Penguatan Halal Value Chain untuk Mendukung Ekonomi Syariah di Kalimantan Utara”, kegiatan ini menjadi upaya memperkuat sinergi lintas lembaga dalam mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Kalimantan Utara.

Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, dalam sambutannya menyampaikan bahwa KaShaFa menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran ekonomi syariah sebagai pilar pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Kalimantan Utara memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi nasional, khususnya di kawasan perbatasan,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi syariah melalui pengembangan industri halal, peningkatan literasi keuangan syariah, serta percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, BPJPH, dan Bank Indonesia melalui Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS).

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara menyebut ekonomi syariah memiliki peran strategis sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru (new source of growth). Hal itu sejalan dengan capaian Indonesia yang menempati peringkat ketiga dunia dalam pengembangan ekonomi syariah berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025.

Di tingkat daerah, perkembangan ekosistem ekonomi syariah juga menunjukkan tren positif. Hal itu tercermin dari peningkatan jumlah UMKM tersertifikasi halal sebesar 64 persen secara tahunan serta pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah sebesar 12,93 persen pada 2025.

KaShaFa 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan, di antaranya bazar UMKM halal, seminar ekonomi dan investasi syariah, talkshow literasi keuangan syariah, pelatihan Sistem Jaminan Halal, penghimpunan wakaf produktif, hingga berbagai kompetisi kreatif berbasis syariah.

Rangkaian kegiatan diawali melalui program Road to KaShaFa pada 1–15 Maret 2026 yang melibatkan 42 UMKM unggulan. Puncak acara pada 24–26 April 2026 diikuti 54 UMKM, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan program pasar murah hasil kolaborasi Bank Indonesia, Bulog, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna menjaga keterjangkauan harga bahan pokok dan stabilitas inflasi di daerah.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menghadirkan tabligh akbar yang akan diisi oleh penceramah nasional Ustaz Das’ad Latif. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus meningkatkan literasi keuangan syariah masyarakat.

Melalui penyelenggaraan KaShaFa 2026, para pemangku kepentingan berharap tercipta sinergi yang semakin kuat dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah serta memperluas akses pasar UMKM halal hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Selain itu, KaShaFa 2026 ditargetkan mampu mendorong nilai transaksi ekonomi syariah mencapai Rp3 miliar, meningkat dibanding capaian tahun sebelumnya sebesar Rp2,60 miliar.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses