Keterbatasan Anggaran TAS Tetap Gigih bantu Balita Binaannya

by Redaksi Kaltara

Tarakan,MK – Meski saat ini kondisi serba sulit akibat dampak penyebaran Covid 19, Namun tidak menyurutkan semangat TIM Taman Anak Sejahtera (TAS) Kampung Satoe untuk memberikan bantuan kepada Balita Binaannya. Bersama Sejumlah pengurusnya, Pendiri Yayasan TAS Kampung Satoe, Rina Kurnia, didampingi Rio Bayu Wicaksono dan Ronny Meranda, serta Petugas Pendamping Disibiltas Kementrian Sosial Devita Nurkumala Dewi mengunjungi Balita dibawah Binaan TAS Kampung Satoe yang menderita gizi buruk dan Disabilitas, yakni Muhammad Firsya Salim yang berusia 5 tahun sekaligus memberikan bantuan Berupa susu dan nutrisi lainnnya, Sabtu sore.

Dalam kunjungannya ini, Pengurus Yayasan TAS Kampung Satoe juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan Firsya Salim yang mengalami kesulitan untuk makan, Menurut keterangan ibu dari Balita Firsya, saat kondisinya hanya bisa berbaring dan hanya bisa meminum susu. Kondisi Firsya juga terus mendapat pantauan dari tim puskesmas karang rejo yang telah melakukan kunjungan setiap bulannya. “Sebelum ada wabah Covid 19 ini bu, setiap bulan ada petugas dari puskesmas yang rajin memantau dengan datang kerumah setiap bulannya untuk mengontrol perkembangan anak kami. Namun selama pandemi ini belum ada, mungkin puskesmas juga sibuk bu karena yang saya dengar, tenaga medis semuanya dikerahkan untuk menangani covid 19 ini. Namun sampai saat inj kondisinya masih stabil kok bu.” ujar sang ibu.

Sementara itu, Pendamping Disabilitas Kota Tarakan dari Kementrian Sosial Devita, melakukan wawancara sekaligus pendataan, agar dapat diikutsertakan dalam program-program bantuan khusus penderita disabilitas. “Sejauh ini kami belum memperoleh bantuan dari Pemerintah untuk Firsya, seperti bantuan susu. Bantuan beras ada kami terima saat pendemi tadi, serta pemantauan kesehatan dari Puskesmas. Suami saya hanya bekerja sebagai gojek mbak, kebutuhan susu untuk Firsya sebulan mencapai 4-5 kotak perbulan. Kalau ke dokter juga udah bolak balik.” Ungkapnya kepada petugas Pendampingan dari Kemensos.

Ditemui usai mengunjungi Balita Firsya, Pendiri TAS Kampung Satoe, Rina Kurnia Handayani, ST, M.IP mengungkapkan jika pihaknya rutin melakukan pemantauan Sejumlah Balita di bawah binaannya yang tersebar di wilayah Tarakan, dan hanya fokus pada Balita yang berumur di bawah 5 tahun. ” Konsentrasi kami saat ini hanya kepada Balita 0 sampai 5 tahun yang membutuhkan bantuan, seperti dari kalangan kurang mampu, dan memiliki persoalan kesehatan, mengingat masa dari 0 hingga 5 tahun merupakan masa penting pertumbuhan yang menentukan kondisi anak kedepannya termasuk tumbuh kembang otak dan fisik anak.” jelasnya.

Menurut Rina, untuk Balita Firsya saat ini Belum memperoleh bantuan khusus dari pemerintah tarakan spt PKH, dll. Hanya mendapat bantuan dari TAS, dimana TAS memperoleh support dari Kementrian Sosial RI berupa bantuan susu dan nutrisi balita.

Rina menjelaskan, bantuan yang disalurkan melalui TAS ini juga bukan saja berasal dari Kementrian Sosial saja namun juga pihak-pihak lain yang memberikan perhatian besar terhadap balita. “Seperti tahun ini TAS tidak dapat bantuan dari Kemensos, tahun sebelumnya juga tidak dapat, namun bantuan dari pihak lain ada, itupun sayangnya dari luar Tarakan, baru dari kerabat dekat, bekas teman sekolah atau teman dekat saya yang dari luar Tarakan., Selebihnya TAS Berusaha sendiri semampunya.

Rina mengungkapkan, jika selama ini TAS berusaha tetap berdiri membantu anak-anak sosial yang lain melalui dana-dana CSR dari unit-unit usaha pribadi lainnya, yang dikelola sendiri, termasuk juga dari kegiatan-kegiatan penitipan balita berbayar serta menggalang berbagai dana bantuan dari rekan-rekan dekatnya. “Dari dana-dana bisnis pribadi yang masuk, sebagian besar saya alirkan untuk membiayai balita-balita sosial dari golongan mampu, gizi buruk, dan disabilitas. Binaan yayasan TAS kampung satoe yg rata-rata berusia dibawah 5 tahun.” terangnya.

” Firsya itu sebenarnya sudah tidak lagi masuk dalam daftar balita PM (Penerima Manfaat) TAS Kampung Satoe karena usia, namun karena pertimbangan kondisi kesehatannya, TAS tetap berusaha menangani Firsya dengan sesekali tetap memberikan bantuan nutrisi & susu semampunya . Kami berharap pasrtisipasi dari masyarakat agar lebih peduli terhadap sesama. Terutama Balita yang mengalami kesehatan dan masalah ekonomi sehingga tidak bisa memperoleh gizi sebaik mungkin. “Karena itu saya mengajak semua pihak untuk peduli, karena mereka anak-anak bangsa, generasi penerus bangsa yang akan datang, yang menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membantunya.” tutupnya. (RM)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: