Sebatik Timur, MK – Langkah nyata dan krusial dalam melindungi generasi muda serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan produktif resmi dimulai di wilayah perbatasan. Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, secara resmi mendeklarasikan diri sebagai Kawasan Bebas Narkoba, Sabtu (11/07/2026).
Deklarasi ini bukan sekadar seremoni di atas kertas, melainkan wujud komitmen kolektif yang kuat dari berbagai elemen masyarakat untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkoba di tingkat lingkungan terkecil.
Acara ini dihadiri langsung oleh Camat Sebatik Timur yang diwakili oleh Plt. Kasubbag Sungram dan Keuangan, Amad Soderi,SE. Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, Bapak Anton Suriyadi Siagian, S.H., M.H., perangkat desa, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, Karang Taruna, hingga mahasiswa KKN.
Kolaborasi multi-pihak ini diharapkan membawa dampak positif yang masif bagi masyarakat Sebatik Timur melalui tiga pilar utama:
- Perlindungan Generasi Muda: Keterlibatan aktif Karang Taruna dan mahasiswa menjadi benteng pertahanan yang kuat untuk membentengi remaja dan pemuda dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
- Sinergi Hukum dan Kesehatan: Kehadiran BNNK Nunukan bersama Kepala Puskesmas memastikan bahwa upaya pencegahan, edukasi, dan penanganan berjalan beriringan secara holistik, baik dari sisi penegakan hukum maupun pemulihan kesehatan.
- Penguatan Ketahanan Desa: Dengan menjadikan desa sebagai garda terdepan, keamanan swakarsa dan kepedulian antarwarga akan meningkat, sehingga ruang gerak peredaran narkoba dapat dipersempit.
Mewakili Camat Sebatik Timur, Amad Soderi, menegaskan harapan besarnya agar deklarasi ini menjadi pemantik aksi nyata yang konsisten.
”Kami mengharapkan kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial, namun menjadi langkah awal tindakan preventif dan edukasi berkelanjutan di Wilayah Kecamatan Sebatik Timur, dan Desa Tanjung Aru pada khususnya,” ujarnya.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Association of Youth for Sustainability (AYS) Indonesia, sebuah organisasi kepemudaan yang didirikan oleh Muhammad Abrar Putra Siregar.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia di Desa Tanjung Aru, AYS Indonesia tidak hanya membawa pesan antinarkoba, tetapi juga menyalurkan bantuan literasi dan pemenuhan gizi berupa 200 buku bacaan untuk meningkatkan minat baca dan mengalihkan aktivitas pemuda ke arah yang positif dan 101 butir telur sebagai simbol kepedulian terhadap perbaikan gizi generasi muda di desa.
Langkah preventif yang tegas dan kreatif seperti ini sangat penting untuk terus didukung secara konsisten, agar Desa Tanjung Aru tetap menjadi lingkungan yang aman, produktif, dan bersih dari narkoba (BERSINAR). (**)

