Laura Minta Maaf Kepada Masyarakat Enrekang Tidak Hadiri Cado Sipulung

by Redaksi Kaltara

NUNUKAN ā€“ Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan H. Junaidi menyampaikan permohonan maaf Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid karena tidak bisa hadir di Acara Adat ā€˜Cado Sipulungā€™ yang diselenggarakan oleh Himpunan Keluarga Besar Massenrempulu (HIKMA) di Rumah Adat HIKMA Desa Maspul, Kecamatan Sebatik Tengah.

ā€œSaya barusan ditelepon oleh ibu bupati, beliau saat ini masih berada di Jakarta karena ada beberapa kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Bupati menyampaikan salam hangat buat masyarakat Enrekang di Sebatik Tengah, sekaligus permohonan maaf karena tidak bisa hadir. Tetapi bupati atas nama Pemerintah selalu mendukung acara adat tahunan ini sebagai ajang silaturahmi yang sangat baik bagi masyarakat,ā€ kata Junaidi sesaat sebelum membacakan sambutan bupati.

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Laura mengatakan bahwa Cado Sipulung yang digelar setiap tahun sekali itu merupakan salah satu upaya untuk mengangkat, melestarikan, dan mengembangkan budaya Masyarakat Enrekang di perantauan. Cado Sipulung yang artinya duduk bersama juga sangat efektif untuk mempererat hubungan tali silaturahmi di tengah masyarakat.

Sementara itu menurut Gaffar, salah satu pengurus HIKMA di Kecamatan Sebatik Tengah, Cado Sipulung merupakan salah satu bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT atas hasil panenan yang melimpah. ā€œKarena hasil panen melimpah, makanya kami berkumpul duduk bersama, makan dan saling berbicara dari hati ke hati dalam suasana suka cita,ā€ kata Gaffar. (Red/Humas)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: