Luhut Jajakan Investasi IKN ke Pangeran Arab

by Redaksi Kaltara

Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menjajaki peluang investasi dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, dengan Arab Saudi.

Dalam kunjungannya, Luhut diterima oleh Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdul Aziz. “Kunjungan ke Arab Saudi berjalan dengan lancar. Pangeran Salman juga menunjukkan sambutan yang sangat baik mengenai peluang investasi di berbagai bidang yang kita bahas,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Luhut mengungkapkan, sebagai komitmennya dalam menjajaki peluang investasi di Indonesia, Putera Mahkota Arab juga akan melakukan kunjungan balasan ke Indonesia. Ini menjadi lanjutan dari kerja sama bilateral antarkedua negara.

“Putera Mahkota menyampaikan rencananya untuk berkunjung ke Indonesia dan bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo, sehingga saya rasa ini menjadi bentuk komitmen yang sangat baik dari beliau,” tegasnya.

Diketahui anggaran yang dibutuhkan pemerintah dalam membangun IKN berdasarkan perhitungan Bappenas mencapai Rp466,9 triliun. Selain pembangunan IKN, kedua negara juga membahas peluang investasi dalam hal energi baru terbarukan (EBT), bidang lingkungan hidup, serta isu-isu lain yang menjadi kepentingan bersama.

Dalam kunjungan tersebut, Menko Marves juga bertemu dengan Menteri Investasi Arab Saudi, Khalid Al-Falih dan beberapa CEO perusahaan Arab Saudi untuk membahas realisasi sejumlah rencana investasi perusahaan Arab Saudi di Indonesia.

Indonesia dan Arab Saudi dikatakan memiliki perhatian yang sama mengenai isu perubahan iklim yang saat ini sedang dihadapi oleh seluruh negara di dunia. Pemerintah Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan inisiatif untuk mengurangi emisi karbon selama beberapa dekade mendatang dan juga gencar berinvestasi pada green energy.

Hal itu dianggap Luhut sejalan dengan Indonesia yang memiliki perhatian khusus terkait isu perubahan iklim dan memiliki target untuk mencapaiĀ net zero emissionĀ atau karbon netral di 2060. Ia berharap, kesempatan tersebut menjadi langkah yang baik untuk kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di berbagai bidang ke depannya.

“Ini sekaligus menjadi wujud dari sikap Indonesia yang terbuka dengan peluang investasi dari negara mana saja, selama hal itu membawa manfaat besar untuk bangsa kita,” ucapnya. (Des/medcom)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: