Tana Tidung Bidik IAIN Pertama di Kalimantan Utara, Pemkab Siapkan Gedung dan Hibahkan Lahan 21 Hektare

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Langkah besar Pemerintah Kabupaten Tana Tidung untuk menghadirkan perguruan tinggi keagamaan negeri pertama di Kalimantan Utara mulai memasuki tahap yang lebih serius. Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, memimpin langsung rapat perdana persiapan pengusulan pendirian Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang direncanakan berlokasi di Kabupaten Tana Tidung.

Rapat tersebut menjadi titik awal dalam menyusun strategi dan memastikan seluruh persyaratan administrasi maupun kesiapan daerah terpenuhi sebelum usulan diajukan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Agama.

Dalam arahannya, Bupati Ibrahim Ali mengungkapkan bahwa proses komunikasi dengan pihak Kementerian Agama telah dimulai. Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Tana Tidung telah melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Utara untuk membahas rencana tersebut.

“Alhamdulillah, kemarin Pak Sekda sudah melakukan audiensi dengan Kakanwil Kementerian Agama. Insyaallah akan segera direspons dan dibuatkan rekomendasi sebagai salah satu tahapan dalam proses pengusulan,” ujar Ibrahim Ali.

Setelah rekomendasi dari Kanwil Kemenag diterbitkan, tahapan berikutnya akan dilakukan langsung oleh Bupati dengan memaparkan kesiapan Kabupaten Tana Tidung di hadapan pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Samarinda.

“Saya sendiri nanti yang akan mempresentasikan kesiapan Kabupaten Tana Tidung di depan Rektor STAIN Samarinda. Kita ingin meminta agar dibuka terlebih dahulu Kampus Filial IAIN di Tana Tidung sebagai tahap awal,” jelasnya.

Menurut Ibrahim Ali, keberadaan kampus filial merupakan fase persiapan sebelum nantinya berkembang menjadi kampus definitif yang berdiri secara mandiri sebagai Institut Agama Islam Negeri di Kalimantan Utara.

Peninjauan Lahan Yang Nanti Akan Berdirinya Kampus IAIN

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Pemkab Tana Tidung telah menyiapkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk operasional awal kampus. Salah satunya adalah menyediakan gedung eks sekolah di wilayah Kecamatan Sesayap Hilir yang akan dialihfungsikan sebagai lokasi sementara kegiatan perkuliahan.

“Kita menawarkan kesiapan penuh. Bangunan gedung sudah kita siapkan, termasuk ruang kelas, ruang dosen, dan berbagai sarana penunjang lainnya. Semua akan kita lengkapi agar proses belajar mengajar bisa segera berjalan,” tegasnya.

Tidak hanya menyiapkan fasilitas sementara, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung juga berkomitmen menghibahkan lahan seluas 21 hektare sebagai lokasi pembangunan kampus permanen di masa mendatang.

Lahan tersebut diproyeksikan menjadi kawasan pendidikan terpadu yang mampu mendukung pengembangan IAIN sekaligus membuka peluang lahirnya pusat pendidikan tinggi baru di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

Kehadiran IAIN di Tana Tidung dinilai akan menjadi tonggak penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Utara. Selama ini, banyak lulusan SMA maupun madrasah yang harus melanjutkan pendidikan ke luar daerah karena belum tersedianya perguruan tinggi keagamaan negeri di provinsi tersebut.

Jika usulan ini mendapat persetujuan dari Kementerian Agama, maka Tana Tidung tidak hanya akan menjadi pusat pemerintahan daerah, tetapi juga berpeluang tumbuh sebagai pusat pendidikan Islam di Kalimantan Utara.

Sebuah cita-cita besar yang diyakini mampu menggerakkan pembangunan sumber daya manusia, memperkuat pendidikan keagamaan, serta menghadirkan harapan baru bagi generasi muda agar dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan tanah kelahirannya. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses