Dari Persoalan Beasiswa hingga Program Nasional, Tana Tidung Jadi Pilot Project Jambore Ceria

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Kabupaten Tana Tidung mendapat kepercayaan menjadi daerah pertama di Indonesia yang melaksanakan Jambore Ceria bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi diarahkan menjadi ruang penguatan kapasitas dan kompetensi guru PAUD, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan, kreativitas, serta kemampuan mengajar di satuan pendidikan masing-masing.

Jambore Ceria juga menjadi langkah awal pengembangan program tersebut secara lebih luas. Kabupaten Tana Tidung ditunjuk sebagai pilot project, sebelum nantinya kegiatan serupa dapat diterapkan di kabupaten dan kota lainnya.

Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, mengatakan munculnya gagasan Jambore Ceria berawal dari komunikasi dirinya dengan Direktur Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat berkunjung ke Jakarta pada bulan sebelumnya.

Pertemuan tersebut awalnya membahas persoalan peningkatan kapasitas guru PAUD, termasuk beasiswa bagi guru PAUD yang selama ini masih menjadi salah satu beban pembiayaan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui APBD.

“Saya bertemu dengan Direktur Guru PAUD dan PNF. Saat itu saya menyampaikan persoalan beasiswa guru PAUD yang selama ini masih menjadi beban APBD Tana Tidung. Dari pembicaraan itu kemudian berlanjut pada program Jambore Ceria,” kata Vamelia, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, Jambore Ceria memiliki fokus utama pada peningkatan kompetensi tenaga pendidik PAUD. Karena itu, peserta yang menjadi sasaran kegiatan bukan anak-anak PAUD, melainkan guru yang selama ini berada di garis depan proses pembelajaran anak usia dini.

Sejumlah kegiatan kompetitif disiapkan untuk mengukur sekaligus mengembangkan kemampuan guru. Di antaranya lomba cerdas cermat, lomba mengajar, serta berbagai aktivitas lain yang berkaitan dengan pengetahuan, kreativitas, kapasitas dan kemampuan profesional guru PAUD.

Vamelia melihat program tersebut memiliki nilai strategis karena peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini tidak dapat dilepaskan dari kualitas pendidiknya.

Ia kemudian menanyakan kepada pihak kementerian apakah Jambore Ceria telah dilaksanakan di daerah lain.

Jawaban yang diterimanya justru membuka peluang bagi Tana Tidung untuk menjadi daerah pertama yang menjalankan program tersebut.

“Saya tanya kepada Pak Direktur apakah sudah ada daerah yang melaksanakan. Ternyata belum ada di seluruh Indonesia. Saya kemudian meminta izin untuk melaksanakan di Kabupaten Tana Tidung, sekaligus meminta agar juri dari pusat dapat didatangkan. Alhamdulillah, Tana Tidung akhirnya ditunjuk sebagai pilot project,” ujarnya.

Tana Tidung Jadi Lokasi Percontohan Nasional

Penunjukan Tana Tidung sebagai pilot project membuat pelaksanaan Jambore Ceria memiliki posisi berbeda dibanding kegiatan PAUD pada umumnya.

Pada tahap awal, peserta dibatasi pada guru-guru PAUD yang berada di Kabupaten Tana Tidung. Guru PAUD dari kabupaten dan kota lain di Kalimantan Utara belum dilibatkan karena program tersebut masih dalam tahap percontohan.

“Pesertanya guru-guru PAUD Tana Tidung. Karena ini pilot project, daerah lain tidak langsung ikut dalam kegiatan ini. Nantinya kabupaten atau kota lain dapat melaksanakan kegiatan serupa di daerah masing-masing,” jelas Vamelia.

Dengan pola tersebut, Tana Tidung tidak hanya menjadi penyelenggara, tetapi juga menjadi daerah yang akan memberikan gambaran awal mengenai bagaimana Jambore Ceria dilaksanakan, termasuk mekanisme perlombaan, penilaian, keterlibatan juri, hingga hasil yang diperoleh peserta.

Pendaftaran peserta juga telah dibuka dan tidak dipungut biaya. Pembiayaan kegiatan disiapkan melalui APBD Kabupaten Tana Tidung dengan dukungan perangkat daerah yang membidangi sektor pendidikan.

Di sisi lain, pemerintah pusat turut memberikan dukungan melalui keterlibatan perwakilan kementerian dalam proses penilaian.

Vamelia menyebutkan, juri dari tingkat pusat akan didatangkan untuk ikut menilai kemampuan para peserta. Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting karena kegiatan ini merupakan pilot project yang nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan pelaksanaan Jambore Ceria di daerah lain.

Bukan Sekadar Lomba, Kompetensi Guru yang Diuji

Vamelia menegaskan Jambore Ceria jangan dipandang hanya sebagai kegiatan perlombaan untuk mencari pemenang.

Esensi utama kegiatan tersebut adalah memberikan ruang bagi guru PAUD untuk menguji kemampuan sekaligus mengembangkan kompetensi mereka.

Cerdas cermat, misalnya, diarahkan untuk menguji pengetahuan peserta. Sementara lomba mengajar dapat menjadi ruang untuk melihat kemampuan guru dalam menyampaikan materi, membangun interaksi pembelajaran dan menerapkan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

“Ini tentang kompetensi guru. Ada cerdas cermat, ada lomba mengajar dan kegiatan lainnya. Jadi yang berkompetisi memang gurunya, bukan anak-anak PAUD,” pungkasnya.

Karena itu, keberadaan Jambore Ceria dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong guru PAUD agar terus meningkatkan kemampuan dan tidak berhenti pada rutinitas mengajar.

Target Tana Tidung Wakili Kaltara

Setelah pelaksanaan di tingkat kabupaten, peserta terbaik memiliki peluang untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya sesuai mekanisme yang ditetapkan KGTK, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.

Vamelia berharap guru PAUD asal Tana Tidung mampu menunjukkan kemampuan terbaik sehingga dapat menjadi wakil Kalimantan Utara pada tahapan selanjutnya.

“Harapan saya Tana Tidung bisa menjadi wakil Kaltara. Karena ini merupakan pelaksanaan pertama, tentu keberhasilannya juga akan menjadi bagian dari evaluasi untuk pelaksanaan Jambore Ceria berikutnya di daerah lain,” tuturnya.

Bagi Tana Tidung, penunjukan sebagai pilot project sekaligus menjadi tantangan. Sebab, sebagai daerah pertama yang melaksanakan program tersebut, pelaksanaan Jambore Ceria akan menjadi perhatian dan menjadi salah satu rujukan bagi daerah lain yang nantinya mengikuti program serupa.

Di sisi lain, kesempatan tersebut juga menjadi momentum bagi Kabupaten Tana Tidung untuk menunjukkan bahwa pengembangan kualitas PAUD tidak hanya bertumpu pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mendidik anak-anak sejak usia dini.

Dengan demikian, Jambore Ceria diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial atau kompetisi sesaat. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun guru PAUD yang semakin kompeten, kreatif dan mampu memberikan pembelajaran berkualitas bagi generasi awal di Kabupaten Tana Tidung. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses