Pemerintah Prediksi Agustus Indonesia Bebas Covid 19

by Redaksi Kaltara

JAKARTA – Disiplin cegah penularan Covid-19 dengan berdiam diri di rumah, jaga jarak fisik dengan orang lain, memakai masker jika harus ke luar rumah dan rajin cuci tangan dapat memutus rantai penularan SARS-CoV-2. Jika semua pihak melaksanakan hal tersebut maka kondisi Indonesia diprediksi normal pada Agustus 2020.

Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mengatakan kita bersama-sama harus bisa menjalani upaya kedisiplinan dalam memutus rantai penularan virus Covid-19.

“Kalau kita menginginkan pada bulan Juni, Juli kasus ini bisa kita kendalikan. Kasus ini sudah mulai bisa dikendalikan dan kehidupan kita sudah mulai menjadi lebih baik lagi, pembatasan-pembatasan sudah bisa dikurangi,” katanya pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Jakarta.

Komitmennya, kata dr. Achmad, ada pada diri masing-masing, peraturan sudah banyak, kebijakan yang dibuat sudah cukup banyak, jejaring pengaman sosial sudah dilakukan. Oleh karena itu kuncinya satu kedisiplinan komitmen yang kuat dan harus dilaksanakan oleh semua pihak.

“Oleh karena itu, kita berharap bahwa di bulan Agustus kita sudah bisa menjalani kehidupan jadi lebih baik lagi, sudah bisa jadi kondisi normal, dalam artian kita bisa memiliki kehidupan berdisiplin, disiplin mencuci tangan misalnya, atau perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan cara ini lah kita bisa menyelamatkan diri kita, keluarga, dan orang lain,” ujarnya.

Adapun jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh hingga hari ini mencapai 2.197, bertambah 243 orang dibandingkan hari kemarin. Pasien sembuh terbanyak ada di DKI Jakarta 704 orang, Sulawesi Selatan 228 orang, Jawa Timur 180 orang, Jawa Barat 167 orang, dan Bali 160 orang.

Di samping itu jumlah pasien konfirmasi positif Covid-19 per hari ini bertambah 282 sehingga total 12.071, pasien meninggal bertambah 8 orang total 872. Spesimen yang telah diperiksa sebanyak 121.547 spesimen dari 88.924 orang.

Tim satuan tugas penanggulangan Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia berhasil mendata jumlah ODP sebanyak 239.226 orang. Hampir 200 ribu ODP sudah selesai dipantau dan dinyatakan sehat. Sementara jumlah PDP mencapai 26.408.

“Kita harus betul-betul memperjuangkan jangan sampai kita tertular, jangan sampai orang lain tertular. Karena itu kuncinya bagaimana jangan ada penularan. Ini bisa dilakukan, kita bisa gotong royong bersatu memutus rantai penularan,” kata dr. Achmad. (Red/Humas Kemenkes)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.