Pemkab Nunukan Gelar FGD Review Ripparkab Untuk Memperkuat Strategi Pariwisata Daerah

by Redaksi Kaltara

Nunukan, MK – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Alimuddin menghadiri sekaligus membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) Review Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten (Ripparkab) Nunukan Tahun 2025–2045. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ballroom Hotel Neo Fortune, Rabu (22/07).

Dalam sambutan Bupati Nunukan yang dibacakan oleh Alimuddin, disampaikan bahwa Ripparkab merupakan dokumen penting yang menjadi arah pembangunan pariwisata Kabupaten Nunukan untuk 15 tahun ke depan. Dokumen tersebut memuat strategi, program, serta kawasan yang menjadi prioritas pengembangan pariwisata daerah.

Namun demikian, seiring dengan dinamika pembangunan nasional maupun daerah, Ripparkab perlu dilakukan review agar tetap relevan dan selaras dengan RPJMD dan RTRW Kabupaten Nunukan, RIPARNAS, RIPARDA Provinsi Kalimantan Utara, target Sustainable Development Goals (SDGs), serta potensi baru pasca pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Tujuan dari review ini adalah memastikan Ripparkab kita memiliki data yang mutakhir, relevan dengan kondisi saat ini, serta dapat menjadi acuan yang kuat bagi investasi dan program prioritas pariwisata daerah,” ujar Alimuddin.

Dalam FGD tersebut, terdapat tiga fokus pembahasan utama yang menjadi perhatian bersama. Pertama, pengembangan potensi unggulan daerah, meliputi wisata bahari, wisata perbatasan, wisata budaya, dan ekowisata sebagai kekayaan Kabupaten Nunukan yang harus dikemas secara optimal.

Kedua, pembahasan isu-isu strategis, seperti peningkatan aksesibilitas, penguatan sumber daya manusia pariwisata, penerapan Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE), digitalisasi sektor pariwisata, serta pembangunan kemitraan investasi.

Ketiga, dampak yang diharapkan dari pengembangan pariwisata, yaitu terciptanya lapangan kerja baru dan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nunukan.

Alimuddin berharap FGD tersebut dapat berjalan lancar, menghadirkan diskusi yang aktif, serta menghasilkan rekomendasi yang konkret dan implementatif.

“Masukan dari bapak dan ibu sekalian sangat kami butuhkan agar Ripparkab yang baru benar-benar implementatif. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi baru di Kabupaten Nunukan,” tegasnya.

FGD Review Ripparkab ini juga bertujuan untuk mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan, menyamakan persepsi terkait ruang lingkup, metodologi, dan target kegiatan, serta memastikan program-program yang akan dilaksanakan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dokumen Ripparkab Kabupaten Nunukan Tahun 2025–2045 dapat menjadi landasan yang kuat dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Nunukan.(**)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses