Pemprov Bentuk Gugus Tugas Perangi Covid-19

by Muhammad Aras

TANJUNG SELOR, MK – Pemprov Kaltara menambah daftar panjang pemerintah daerah yang membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19). Dalam pelaksanaan tugasnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dibantu Sekretariat yang berkedudukan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, Pengarah Gugus Tugas bertugas memberi arahan kepada pelaksana dalam melaksanakan percepatan penanganan Covid-19 serta melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan percepatan penanganan Covid-19. Adapun Pelaksana, bertugas menetapkan dan melaksanakan rencana operasional, mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan, mengawasi, mengerahkan sumber daya, dan melaporkan pelaksanaan percepatan penanganan Covid-19 kepada Gubernur Kaltara dan Pengarah.

Ada 5 tujuan dibentuknya Gugus Tugas ini. Yakni meningkatkan ketahanan nasional di bidang kesehatan; mempercepat penanganan Covid-19 melalui sinergi antar instansi vertikal dan OPD terkait; meningkatkan antisipasi perkembangan eskalasi penyebaran Covid-19; meningkatkan sinergi pengambilan kebijakan operasional; serta meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespon Covid-19. ā€œGugus Tugas ini dalam menjalankan tugasnya wajib berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan bertanggungjawab kepada Gubernur,” tuturnya.

Lantaran melibatkan unsur pemerintah daerah melalui OPD terkaitnya, TNI/Polri, serta instansi vertikal lainnya, Ā  Gugus Tugas ini juga menjalankan tugasnya dengan fleksibel. Gugus Tugas ini akan mengidentifikasi orang-orang dalam pemantauan, menyediakan berbagai sarana atau infrastruktur yang diperlukan oleh masyarakat yang terduga serta mencegah penularan virus. ā€œSetiap daerah juga membentuk posko atau hotline,” ujarnya.

Jika dalam upaya penanganan Covid-19 tidak tersedia anggaran yang cukup, Pemprov dan Pemkab atau Pemkot bisa melakukan relokasi atau revisi APBD dengan menunda kegiatan-kegiatan yang tidak prioritas. Arahan Mendagri tutur Gubernur, anggaran perjalanan dinas, belanja pegawai yang tidak produktif dapat direvisi. ā€œIni sesuai dengan Surat edaran Mendagri tertanggal 17 kemarin,” ujarnya.

Di Kaltara sebutnya, masih ada beberapa peralatan yang perlu dilengkapi dalam rangka penanganan pandemi Covid-19. Di antaranya alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis di rumah sakit, masket, hand sanitizer, sarung tangan, dan disinfektan, termasuk obat-obatan. Penyediaan kamar isolasi juga menjadi titik perhatian Gubernur. ā€œKamar yang ada dipaksakan memadai. Tetapi untuk solusi jangka menengah dan panjangnya saya minta Bupati/Walikota bersama Kepala RS-nya supaya segera membuat proposal untuk kita nanti menghadap Menkes supaya di APBN-Perubahan atau di APBN 2021 bisa disediakan anggaran DAK Kesehatan,” ujarnya.

Dari hasil inventarisasi sementara, RSUD Pemprov di Kota Tarakan memiliki 4 kamar isolasi. Gubernur mengusulkan penambahan ruang isolasi dilakukan di RSUD Pertamina 2 kamar, Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Ilyas 2 kamar.

Sementara itu, sebagai daerah perbatasan yang rawan penyebaran Covid-19, Gubernur akan bersurat kepada Ketua Menteri Sabah melalui Konjen di Kota Kinabalu dan Tawau agar Malaysia menghentikan pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia melalui Nunukan. ā€œSurat itu akan kita kirim secepatnya. Besok pun saya sudah suruh siapkan suratnya. Mudah-mudahan dalam 2 atau 3 hari ini sudah sampai. Harus cepat ditindaklajuti,” ujarnya. Ā (humas)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: