TANJUNG SELOR, MK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara terus mendorong pembangunan infrastruktur konektivitas di kawasan perbatasan. Salah satunya melalui rencana pembangunan lima ruas jalan di kawasan perbatasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si. Rapat membahas langkah pembangunan dan penanganan infrastruktur jalan untuk mendukung akses masyarakat di wilayah perbatasan.
Dalam pembahasan tersebut, Pemprov Kaltara menyampaikan rencana pembangunan lima ruas jalan yang berada di kawasan Apau Kayan. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka akses menuju kawasan yang selama ini memiliki tantangan geografis dan infrastruktur.
Dua ruas jalan yang menjadi bagian dari pembahasan berada di Kecamatan Kayan Hulu, yakni Jalan Sei Jelarai–Sei Tebuhuk–Sei Kihan serta Jalan Sei Jelarai–Desa Long Payau–Long Ampung.
Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala mengatakan, pembangunan jalan di kawasan perbatasan perlu menjadi perhatian karena keberadaan infrastruktur dasar tersebut sangat menentukan kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
“Pembangunan jalan di kawasan Apau Kayan merupakan bagian penting dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas wilayah perbatasan. Infrastruktur jalan diharapkan dapat membuka akses masyarakat dan mendukung perkembangan ekonomi di kawasan tersebut,” ujar Ingkong Ala.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan tidak hanya berorientasi pada peningkatan akses transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari pemerataan pembangunan. Dengan konektivitas yang semakin baik, masyarakat di kawasan Apau Kayan diharapkan dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap pelayanan dasar serta pusat-pusat kegiatan ekonomi.
Pemprov Kaltara juga terus melakukan koordinasi dan pembahasan teknis agar rencana pembangunan ruas jalan tersebut dapat dilaksanakan secara bertahap dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Perencanaan yang matang dinilai penting mengingat karakteristik geografis kawasan Apau Kayan yang membutuhkan penanganan infrastruktur secara khusus.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara Dr. Bustan menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan harus diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat keterhubungan antarwilayah.
“Kita ingin pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan dampak terhadap masyarakat. Jalan bukan hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi penghubung aktivitas ekonomi, pelayanan pemerintah, serta membuka peluang pengembangan potensi daerah,” jelas Bustan.
Dengan pembangunan lima ruas jalan yang direncanakan tersebut, Pemprov Kaltara menargetkan konektivitas kawasan perbatasan Apau Kayan dapat semakin kuat. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah perbatasan dan pedalaman Kaltara. (Fy/red)

