Ratusan Penyumpit Kaltim dan Kaltara Meriahkan Lomba Sumpit Open HUT ke-66 Bulungan

by Muhammad Refy Ramadhan

TANJUNG SELOR, MK – Ratusan atlet dan pegiat olahraga tradisional dari Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Timur (Kaltim) memeriahkan Lomba Menyumpit Open dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Bulungan dan Hari Jadi ke-236 Kota Tanjung Selor tahun 2026.

Kejuaraan yang memadukan olahraga tradisional dan modern tersebut resmi dibuka oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si. Kegiatan ini juga menghadirkan lomba panahan Open se-Kaltara serta Kejuaraan Bola Voli Cup se-Kabupaten Bulungan. Pembukaan kegiatan dihadiri Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., Sekretaris Daerah Risdianto, S.Pi., M.Si., serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulungan.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah pendaftar yang mengikuti rangkaian kejuaraan tersebut. Berdasarkan data panitia, tercatat 828 peserta mengikuti tiga cabang olahraga, dengan rincian 337 penyumpit dari Kaltara, 296 penyumpit dari Kaltim, 84 peserta panahan, serta 448 peserta bola voli.

Khusus cabang menyumpit, peserta datang dari berbagai daerah, termasuk Samarinda dan Berau di Kalimantan Timur serta lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara. Kehadiran para peserta dari luar daerah tersebut menunjukkan besarnya minat terhadap olahraga tradisional yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Kalimantan.

Bupati Bulungan, Syarwani, menyampaikan kebanggaannya atas tingginya partisipasi masyarakat dalam kejuaraan tersebut. Menurutnya, lomba menyumpit tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkenalkan dan melestarikan tradisi leluhur kepada generasi penerus.

“Menyumpit ini bukan sekadar lomba, tetapi kita ingin memperlihatkan secara langsung bahwa di Kalimantan, kegiatan menyumpit bukanlah hal baru. Ini adalah tradisi masyarakat, khususnya masyarakat Dayak di Pulau Kalimantan, yang sejak dahulu menggunakan sumpit dalam aktivitas kehidupan sehari-hari,” ujar Syarwani.

Ia menegaskan, penyelenggaraan lomba menyumpit menjadi bentuk apresiasi terhadap kebudayaan lokal sekaligus upaya menjaga agar tradisi tersebut tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, tingginya partisipasi peserta pada peringatan hari jadi tahun ini menjadi modal penting untuk mengembangkan kejuaraan tersebut agar semakin besar pada tahun-tahun mendatang.

Syarwani mengungkapkan, pihaknya telah berdiskusi dengan Wakil Bupati Bulungan, tokoh masyarakat, serta para tetua adat untuk mempersiapkan penyelenggaraan yang lebih luas pada 2027.

“Mudah-mudahan ke depan, pada penyelenggaraan tahun 2027, kita bisa tembus hingga 1.000 peserta dan dibuka secara lebih luas. Harapan kita, sebagian besar peserta yang berpartisipasi nantinya adalah generasi muda dari Kalimantan pada umumnya dan Bulungan pada khususnya,” jelasnya.

Selain melalui kegiatan perlombaan, Pemerintah Kabupaten Bulungan juga mendorong pelestarian budaya daerah melalui sektor pendidikan. Upaya ini dilakukan dengan mengenalkan bahasa dan kebudayaan lokal sejak usia dini melalui pembelajaran muatan lokal di sekolah. Syarwani mengatakan, pemerintah daerah telah menginstruksikan satuan pendidikan, mulai dari tingkat TK/PAUD hingga sekolah dasar (SD), untuk memasukkan unsur kebudayaan dalam proses belajar mengajar.

“Salah satunya lewat bahasa daerah. Ada tiga bahasa yang sudah kita minta masuk dalam muatan lokal, yakni Bahasa Bulungan, Tidung, dan Dayak,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengenalan seni dan budaya di sekolah juga terus berkembang. Sejumlah sekolah di Bulungan telah menampilkan tarian tradisional dalam berbagai kegiatan, di antaranya Tari Gerak Sama dan Tari Jepen.

“Nilai-nilai budaya ini harus kita tanamkan sejak usia dini di sekolah agar warisan leluhur tetap terjaga,” tambah Syarwani.

Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh adat, maupun masyarakat. Dengan demikian, tradisi lokal tidak hanya dipertahankan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari identitas generasi muda.

Di sisi lain, penyelenggaraan kegiatan olahraga dan kebudayaan berskala besar juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Syarwani mencontohkan penyelenggaraan Festival Sungai Kayan pada 14–17 Oktober 2026 yang mencatat nilai transaksi ekonomi sekitar Rp2,3 miliar. Aktivitas tersebut memberikan dampak terhadap berbagai sektor, mulai dari UMKM, usaha konveksi, perhotelan, hingga kuliner.

“Kedatangan peserta dari luar daerah, seperti Samarinda dan Berau yang berjumlah ratusan orang, tentu menginap di hotel-hotel di Tanjung Selor dan berbelanja kuliner di warung-warung lokal. Event ini secara langsung menggerakkan perekonomian masyarakat,” paparnya.

Menurutnya, kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah turut meningkatkan aktivitas perdagangan serta membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar. Karena itu, Pemkab Bulungan berkomitmen menjadikan kegiatan olahraga tradisional dan kebudayaan sebagai agenda rutin tahunan dengan penyelenggaraan yang semakin menarik serta publikasi yang lebih luas.

Syarwani menilai peningkatan jumlah peserta pada 2026 dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang masih berskala lokal menjadi indikator positif bagi pengembangan kejuaraan ke tingkat yang lebih besar.

“Dibandingkan tahun 2025 yang lalu yang masih berskala lokal Bulungan, jumlah peserta di tahun 2026 ini jauh lebih banyak dengan total mencapai 828 peserta. Ke depan, dengan sosialisasi dan publikasi yang kuat, kita optimistis bisa menarik peserta dalam skala nasional,” pungkasnya.

Melalui rangkaian peringatan hari jadi ini, Pemkab Bulungan berharap olahraga tradisional seperti menyumpit semakin dikenal luas, kebudayaan lokal tetap lestari, serta kegiatan berskala besar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah. (Fy/red)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses