Tanjung Selor, MK – Kapolda Kaltara, Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik, memperkuat komunikasi dengan tokoh adat melalui kunjungan ke Kesultanan Bulungan di Kecamatan Tanjung Palas dan silaturahmi dengan tokoh adat Dayak, Henock Merang. Didampingi Wakapolda Kaltara, Brigjen Pol. Yusuf serta sejumlah PJU Polda Kaltara, Kapolda juga melakukan ziarah ke makam leluhur kesultanan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan warisan budaya daerah, Rabu (21/10).
“Sebagai Kapolda yang baru sekaligus warga Kaltara yang baru, wajar kalau saya mendatangi orang tua kita, para pemangku adat dan pimpinan lembaga adat,” ujar Andi Syahriful.
Menurutnya, silaturahmi tersebut menjadi langkah awal membangun kolaborasi dengan tokoh adat untuk menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. Para tokoh adat dinilai memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga berperan penting dalam menyampaikan aspirasi serta membantu menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing.
“Kami ingin berkolaborasi. Kami mengajak para tokoh adat bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas. Jika ada aspirasi masyarakat yang perlu kami tindak lanjuti, silakan disampaikan agar bisa dikomunikasikan dan ditangani,” katanya.
Andi Syahriful menegaskan, pendekatan kepada tokoh adat merupakan bagian dari pelaksanaan program Kapolri, yakni Polri Bersama Masyarakat. Menurutnya, keamanan tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia juga mengingatkan jajarannya agar menerjemahkan semangat tersebut melalui pelayanan yang nyata, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga penanganan persoalan masyarakat sesuai kewenangan kepolisian.
“Anggota kami harus turun ke jalan, melakukan pengaturan, membantu masyarakat, dan menyelesaikan persoalan yang bisa diselesaikan. Kita harus melayani masyarakat sesuai kebutuhannya,” tegasnya.
Ia menekankan, pelayanan kepolisian harus dilakukan secara cepat dan responsif agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama ketika membutuhkan bantuan.
“Jangan hari ini masyarakat meminta dilayani, tetapi besok baru dilayani. Kasihan masyarakat kita. Karena itu, kami ingin pelayanan kepolisian benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” (Fy/red)

