Supa’ad Hadianto Usulkan Pendirian SMK Berbasis Kebutuhan Industri di Kalimantan Utara

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan yang beroperasi di daerah.

Usulan tersebut disampaikan Supa’ad usai mengikuti rapat Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara di SMA Negeri 1 Tarakan, Senin (29/6/26).

Menurutnya, Kalimantan Utara saat ini tengah berkembang sebagai kawasan investasi dengan hadirnya berbagai perusahaan di sektor energi hijau, energi biru, industri pengolahan, hingga pabrik kertas. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja.

“Saya berharap ke depan pemerintah provinsi dapat berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait, terutama dalam menyiapkan lapangan pekerjaan melalui pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Supa’ad.

Ia mengusulkan agar dalam beberapa tahun mendatang pemerintah membangun SMK yang memiliki program keahlian selaras (link and match) dengan kebutuhan perusahaan di Kalimantan Utara. Dengan demikian, lulusan SMK diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai sehingga lebih mudah terserap ke dunia kerja.

Menurut Supa’ad, program tersebut memerlukan sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Utara.

“Harus ada kerja sama antara Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan, dan perusahaan untuk membangun sekolah yang benar-benar menyiapkan lulusan sesuai kebutuhan industri. Harapannya, setelah lulus mereka dapat langsung bekerja di perusahaan yang ada di Kalimantan Utara,” katanya.

Ia mengungkapkan, gagasan tersebut akan diinisiasi melalui Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.

Supa’ad berharap setidaknya terdapat dua hingga tiga SMK di Kalimantan Utara yang menerapkan konsep link and match dengan dunia industri. Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut akan membantu mengurangi kesenjangan antara kebutuhan perusahaan dengan kompetensi lulusan sekolah.

Selain meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, keberadaan SMK berbasis industri juga diharapkan dapat memberikan kepastian bagi orang tua dan peserta didik bahwa pendidikan kejuruan memiliki prospek kerja yang jelas setelah lulus.

“Kalau sejak awal kita menyiapkan lembaganya, membekali peserta didik dengan kompetensi yang dibutuhkan, dan memberikan kesempatan praktik di perusahaan, maka lulusan kita akan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri,” tuturnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang kompeten serta mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan investasi di Kalimantan Utara.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses