TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Usia 19 tahun bagi Kabupaten Tana Tidung bukan sekadar angka yang bertambah setiap tahun.
Di balik angka itu, ada perjalanan panjang sebuah daerah dalam membangun pemerintahan, membuka akses, menghadirkan pelayanan, memperkuat masyarakat, sekaligus mengejar harapan agar kehidupan warga semakin baik.
Karena itu, momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Tana Tidung tahun ini diharapkan tidak berhenti sebagai pesta tahunan.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-19 sebagai momentum untuk memaknai perjalanan daerah secara lebih dalam.
Menurut Vamelia, peringatan hari jadi harus menjadi ruang untuk bersyukur atas capaian yang telah diraih, sekaligus menjadi kesempatan melakukan evaluasi terhadap berbagai hal yang masih harus diperbaiki.
“Jangan hanya kita rayakan. Mari kita maknai. Karena setiap bertambahnya usia, ada tanggung jawab yang semakin besar untuk membawa Tana Tidung menjadi lebih baik,” ujarnya.
Melihat Kembali Perjalanan
Sembilan belas tahun perjalanan Tana Tidung tentu tidak selalu berjalan mulus.
Ada capaian yang patut dibanggakan. Namun ada pula tantangan yang harus dijawab bersama.
Bagi Vamelia, semuanya merupakan bagian dari proses pendewasaan sebuah daerah.
Pembangunan jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, pendidikan, pusat pemerintahan hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting dari perjalanan tersebut.
Tetapi pembangunan, kata dia, tidak boleh hanya diukur dari apa yang terlihat secara fisik.
Lebih jauh dari itu, pembangunan harus mampu menghadirkan perubahan dalam kehidupan masyarakat.
“Pembangunan bukan hanya tentang bangunan atau infrastruktur. Bagaimana masyarakat merasa dilayani, anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang baik, kesehatan diperhatikan, keluarga semakin kuat, itu juga bagian dari pembangunan,” katanya.
Di sinilah Vamelia melihat pentingnya peran keluarga. Sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung, ia menilai keluarga merupakan fondasi penting bagi masa depan daerah.
Keluarga yang sehat, pendidikan yang baik, perhatian terhadap anak dan pemberdayaan perempuan akan melahirkan generasi yang mampu melanjutkan pembangunan.
Karena membangun Tana Tidung hari ini sejatinya adalah sedang menyiapkan Tana Tidung untuk generasi yang belum lahir.
Masyarakat Jangan Hanya Menjadi Penonton
Vamelia juga mengajak masyarakat mengambil bagian dalam pembangunan. Menurutnya, pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian.
Pembangunan membutuhkan dukungan masyarakat, dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, para pendidik dan seluruh elemen yang ada di Tana Tidung.
“Kalau kita ingin Tana Tidung maju, tentu harus bersama-sama. Pemerintah bekerja, masyarakat mendukung dan mengawasi. Semua punya peran,” tuturnya.
Pesan itu menjadi penting di tengah usia Tana Tidung yang semakin matang.
Sebab semakin dewasa sebuah daerah, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul.
Bukan hanya pemerintah yang dituntut bekerja lebih baik, tetapi masyarakat juga diharapkan semakin aktif menjaga lingkungan, menjaga persatuan dan ikut mengawal pembangunan.
19 Tahun Bukan Akhir Perjalanan
Vamelia mengingatkan, HUT ke-19 bukanlah garis akhir. Justru, usia tersebut merupakan pintu menuju fase perjalanan berikutnya.
Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Masih ada wilayah yang membutuhkan perhatian. Masih ada masyarakat yang menunggu pelayanan yang lebih baik.
Karena itu, capaian yang telah diraih harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh, bukan alasan untuk berhenti.
“Jangan cepat puas dengan apa yang sudah dicapai. Yang baik kita pertahankan, yang masih kurang kita perbaiki,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Tana Tidung menyambut hari jadi dengan semangat kebersamaan.
Bukan sekadar memasang ucapan selamat di berbagai tempat.
Bukan hanya mengikuti rangkaian seremoni.
Tetapi menunjukkan kecintaan kepada daerah melalui tindakan nyata.
Menjaga kebersihan.
Menjaga persatuan.
Mendukung pendidikan.
Memperkuat keluarga.
Memberdayakan ekonomi masyarakat.
Dan ikut menjaga hasil pembangunan yang telah diperjuangkan selama 19 tahun.
Dari Tana Tidung untuk Generasi Mendatang
Pada akhirnya, HUT ke-19 Tana Tidung adalah tentang perjalanan. Tentang masa lalu yang harus dihargai. Tentang hari ini yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.
Dan tentang masa depan yang harus dipersiapkan mulai sekarang.
Vamelia berharap semangat HUT ke-19 mampu menjadi energi baru bagi seluruh masyarakat.
“Semoga di usia ke-19 ini Tana Tidung semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera dan kita semua semakin kompak membangun daerah,” harapnya.
Sebab sebuah daerah tidak pernah benar-benar besar hanya karena gedungnya tinggi atau jalannya panjang.
Sebuah daerah menjadi besar ketika masyarakatnya merasa memiliki, ketika pemerintahnya bekerja dengan sungguh-sungguh dan ketika generasi mudanya percaya bahwa mereka memiliki masa depan di tanah kelahirannya sendiri.
Bukan sekadar merayakan usia. Tetapi merayakan perjalanan, memperbaiki kekurangan, menjaga kebersamaan dan menanam harapan untuk masa depan.
19 tahun Tana Tidung. Sudah banyak yang dilalui. Masih banyak yang harus diperjuangkan. Kini, saatnya bergerak bersama. (rko)

