530 Ayam Petelur Disalurkan ke Warga Sesayap, Vamelia Ibrahim Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com — Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui program pemberdayaan sektor peternakan. Sebanyak 530 ekor ayam petelur diserahkan kepada masyarakat di Desa Sesayap, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kamis (24/9/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Vamelia Ibrahim, S.E., M.Pd., didampingi Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Utara, Camat Sesayap, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tana Tidung, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program kegiatan yang bersumber dari aspirasi masyarakat. Penyalurannya sekaligus menjadi bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dengan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor peternakan dan ketahanan pangan.

Vamelia Ibrahim mengatakan, bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan ternak semata. Masyarakat penerima didorong untuk mengelola dan mengembangkan ayam petelur secara produktif sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

“Bantuan 530 ekor ayam petelur ini merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang kami perjuangkan melalui program di tingkat provinsi. Harapan kami, bantuan ini tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi benar-benar dikelola dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Sesayap,” ujar Vamelia.

Menurutnya, pengembangan peternakan ayam petelur memiliki dua manfaat sekaligus. Selain membuka peluang pendapatan bagi masyarakat, produksi telur lokal juga dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di wilayah Tana Tidung.

“Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, kita juga ingin mendorong ketahanan pangan dari tingkat desa. Dengan adanya peternakan ayam petelur ini, kebutuhan telur masyarakat dapat dipenuhi dari produksi lokal, sehingga kita tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah,” katanya.

Bukan Sekadar Bantuan, Harus Menjadi Usaha Produktif

Vamelia menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara serius. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah ayam yang diserahkan, tetapi dari sejauh mana bantuan tersebut mampu berkembang dan menghasilkan manfaat nyata bagi penerima.

Karena itu, masyarakat penerima diharapkan memperhatikan aspek pemeliharaan, kesehatan ternak, pakan, kebersihan kandang hingga pengelolaan hasil produksi.

Di sisi lain, keberadaan instansi teknis diharapkan dapat memberikan pendampingan agar masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengembangkan peternakan ayam petelur.

“Karena itu, kami berharap masyarakat penerima bantuan dapat menjaga dan mengembangkan ayam petelur ini dengan baik. Pemerintah provinsi dan kabupaten juga harus terus bersinergi memberikan pendampingan, baik dari sisi teknis peternakan maupun pengembangan usaha, sehingga ke depan bantuan ini bisa berkembang menjadi usaha masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.

Vamelia juga menegaskan bahwa program yang berasal dari aspirasi masyarakat harus memiliki dampak yang dapat dirasakan secara langsung.

“Yang paling penting, bantuan ini harus memberikan hasil nyata. Bukan hanya jumlah ayam yang bertambah, tetapi juga produksi telur meningkat, ekonomi keluarga bergerak, dan ketahanan pangan masyarakat semakin kuat,” tegasnya.

Vamelia Sembari Melihat Peternakan Ayam Petelur Warga

Dorong Produksi Telur Lokal

Penyaluran 530 ayam petelur di Desa Sesayap diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat produksi pangan berbasis masyarakat.

Telur merupakan salah satu komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat setiap hari. Karena itu, pengembangan peternakan ayam petelur di tingkat desa memiliki peluang untuk menjadi kegiatan ekonomi produktif sekaligus mendukung ketersediaan pangan lokal.

Jika dikelola secara berkelanjutan, hasil produksi tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan keluarga penerima bantuan, tetapi juga berpotensi dipasarkan kepada masyarakat sekitar.

Kondisi tersebut dapat menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa. Masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga terlibat sebagai produsen pangan.

Program ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam menerjemahkan aspirasi masyarakat menjadi kegiatan yang memiliki manfaat langsung.

Dengan adanya dukungan dari perangkat daerah terkait, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa, bantuan tersebut diharapkan dapat terus dikawal hingga menghasilkan produksi yang optimal.

Pada akhirnya, 530 ekor ayam petelur yang diserahkan kepada masyarakat Desa Sesayap bukan sekadar angka bantuan, tetapi diharapkan menjadi modal awal untuk membangun usaha peternakan, memperkuat ketersediaan pangan lokal, sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Keberhasilan program tersebut akan sangat ditentukan oleh pengelolaan di lapangan, pendampingan pemerintah, serta komitmen masyarakat penerima untuk mengembangkan bantuan menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses