TARAKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Daerah Pemilihan (Dapil) I Tarakan menghadiri Festival Iraw Tengkayu ke-XV Tahun 2026 yang digelar di Kota Tarakan. Kehadiran wakil rakyat tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian budaya dan tradisi masyarakat di daerah.
Dalam kegiatan tersebut hadir Anggota DPRD Provinsi Kaltara Dapil I Tarakan, Supa’ad Hadianto dan Adi Nata Kusuma, bersama sejumlah tamu undangan lainnya.
Festival Iraw Tengkayu merupakan salah satu agenda budaya masyarakat Tarakan yang menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal.
Supa’ad Hadianto mengatakan, kegiatan budaya seperti Festival Iraw Tengkayu penting untuk terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama agar tradisi daerah tetap dikenal oleh generasi muda.
“Kita tentu mengapresiasi pelaksanaan Festival Iraw Tengkayu. Ini menjadi salah satu momentum untuk menjaga dan memperkenalkan budaya serta tradisi daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Supa’ad.
Menurutnya, keberadaan festival budaya juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas daerah sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya yang dimiliki Kota Tarakan.
Ia berharap pelaksanaan Festival Iraw Tengkayu dapat terus dikembangkan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, terutama generasi muda. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pelestarian budaya.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan dikembangkan. Generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal dan terlibat dalam kegiatan budaya daerah,” katanya.
Sementara itu, kehadiran sejumlah tamu undangan dalam Festival Iraw Tengkayu XV Tahun 2026 turut menambah semarak pelaksanaan kegiatan. Festival berlangsung dengan menampilkan berbagai rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan budaya dan tradisi masyarakat Tarakan.
Supa’ad menilai sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas budaya, serta berbagai pihak lainnya diperlukan agar pelestarian budaya dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Budaya adalah bagian dari identitas daerah. Karena itu, mari kita jaga bersama dan wariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.

