Aset Kripto Berbasis Token Semakin Diminati, Transparansi Cadangan Jadi Penentu Kepercayaan Investor

by Redaksi Kaltara

Jakarta, MK – Minat terhadap Real World Assets (RWA) atau aset dunia nyata yang ditokenisasi terus menunjukkan tren positif. Kehadiran teknologi blockchain memungkinkan investor mengakses berbagai instrumen keuangan, mulai dari saham hingga exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat, dalam bentuk token digital yang lebih mudah diperdagangkan.

Perkembangan tersebut dinilai membuka peluang baru bagi investor global karena memperluas akses terhadap aset yang sebelumnya lebih sulit dijangkau. Namun, di balik pesatnya pertumbuhan pasar tokenisasi aset, muncul tantangan penting terkait transparansi dan jaminan bahwa setiap token benar-benar didukung oleh aset yang diklaim.

Kebutuhan akan transparansi menjadi semakin krusial seiring berkembangnya ekosistem tokenisasi aset. Kejelasan mengenai keberadaan aset dasar, pihak kustodian, hingga proses verifikasi cadangan menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan investor terhadap produk berbasis blockchain.

Pelaku industri menilai mekanisme verifikasi yang jelas dapat membantu memastikan kesesuaian antara aset digital yang diterbitkan dengan aset dunia nyata yang menjadi dasar penerbitannya.

Prospek pasar tokenisasi aset pun diperkirakan terus bertumbuh dalam beberapa tahun mendatang. Laporan McKinsey & Company bertajuk Tokenized Financial Assets: From Pilot to Scale memproyeksikan nilai aset keuangan yang ditokenisasi dapat mendekati US$2 triliun pada 2030, bahkan berpotensi mencapai sekitar US$4 triliun dalam skenario optimistis.

Sementara itu, data industri menunjukkan nilai aset dunia nyata (RWA) yang tercatat secara on-chain telah mencapai puluhan miliar dolar Amerika Serikat pada awal 2026. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya adopsi teknologi tokenisasi dalam industri keuangan global.

CEO Bitget, Gracy Chen, mengatakan bahwa transparansi cadangan atau Proof of Reserves (PoR) masih menjadi aspek yang kerap terabaikan, meskipun semakin banyak platform mulai menawarkan produk saham yang ditokenisasi.

“Setiap exchange ingin berfokus pada penyediaan saham yang ditokenisasi, tetapi mereka mengabaikan pentingnya keamanan dan stabilitas, terutama terkait Proof of Reserves yang transparan,” ujar Gracy Chen.

Sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut, Reality, platform penerbitan aset dunia nyata (RWA) teregulasi yang didukung Bitget, merilis laporan Proof of Reserves (PoR) yang mencakup seluruh portofolio rToken, termasuk saham dan ETF Amerika Serikat yang telah ditokenisasi.

Cadangan aset dalam laporan tersebut diverifikasi secara independen oleh The Network Firm, sementara sekuritas yang menjadi aset dasar disimpan melalui Alpaca Securities LLC, broker-dealer yang terdaftar di FINRA dan memperoleh perlindungan dari Securities Investor Protection Corporation (SIPC).

Menurut Gracy, Reality melalui rToken saat ini memiliki likuiditas terbesar untuk saham berbentuk token di industri kripto yang terhubung dengan bursa NASDAQ dan New York Stock Exchange (NYSE).

“Reality dengan rToken saat ini memiliki likuiditas terbesar untuk saham berbentuk token di kripto, yang terhubung dengan NASDAQ-NYSE. Tujuan utama kami adalah menjaga kepercayaan pengguna kami dan menghadirkan produk-produk yang kredibel,” katanya.

Penerbitan laporan Proof of Reserves tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi di tengah pesatnya perkembangan tokenisasi aset dunia nyata. Melalui penggunaan kustodian teregulasi, verifikasi cadangan independen, serta data penerbitan yang dapat ditelusuri secara on-chain, investor memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap aset yang mendasari token digital.

Hingga saat ini, Reality telah menerbitkan lebih dari 500 saham dan ETF Amerika Serikat, termasuk saham perusahaan seperti SpaceX, Tesla, dan NVIDIA. Total aset kelolaan (Assets Under Management/AUM) platform tersebut telah melampaui US$100 juta, mencerminkan meningkatnya minat pasar terhadap instrumen investasi berbasis tokenisasi.

Seiring pertumbuhan pasar RWA, pelaku industri menilai bahwa transparansi, tata kelola, dan verifikasi cadangan akan menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan investor sekaligus mendorong adopsi aset digital yang lebih luas di masa mendatang.

(ASM)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses