Penanganan Batu Bara Aktif Di Jalan Pantai Amal Lama Perlu Sinergi Lintas OPD

by Redaksi Kaltara

Tarakan, MK – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Tarakan masih melakukan penanganan batubara aktif di Jalan Pantai Amal Lama, tepatnya di depan Kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Tarakan (UBT).

Pasalnya proses pengerukan membutuhkan kerjasama lintas instansi karena material batubara sampai menuju ke dalam perut bumi.

Kepala DPUTR Tarakan, Fandariansyah menjelaskan pihaknya sudah mengeruk hingga kedalaman 6 sampai 8 meter. Namun kedalaman batubara melebihi jangkauan ekskavator biasa.

Karena itu, pihaknya membutuhkan kerjasama antar organisasi perangkat daerah untuk bisa menyelesaikan persoalan ini.

Seperti dari Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan kajian lebih lanjut terkait sebaran dan kedalaman konsentrasi batu bara di bawah tanah.

Pihaknya juga membutuhkan ekskavator jenis long arm untuk bisa menjangkau batubara lebih dalam lagi.

“Ternyata batu bara yang kita gali cukup dalam, 6 sampai 8 meter. Kiri kanannya sudah kita isolir, sudah kita potong, kita gali. Tapi sekarang posisi batu bara itu masuk ke dalam bumi, ke bawah, ke dalam tanah,” ujar Fandariansyah, Rabu (2/9/2026).

“Nah untuk pendeteksian konsentrat batu bara, ini kita minta tolong teman-teman DLH untuk melakukan kajian. Sehingga PU nanti bisa memprediksi penanganan selanjutnya. Yang jelas kita perlukan data lapangan dulu, baru kita tentukan metode apa yang harus kita lakukan.” sambung Fandariansyah.

Fandariansyah menegaskan batu bara yang terbakar harus dipadamkan dan dipisahkan agar tidak berhubungan dengan material yang masih hidup, sehingga tidak memicu kebakaran baru. Material yang sudah digali dan dipastikan padam saat ini ditimbun di sekitar lokasi.

Akibat penanganan ini, arus lalu lintas di Jalan Pantai Amal Lama masih dialihkan ke jalan alternatif hingga proses pengerukan dan rekonstruksi jalan selesai.

“Ya sampai selesai lah penanganan itu. Terus kita rekonstruksi jalan selesai, nah baru bisa dilewati,” tutur Fandariansyah.

DPUTR Tarakan menargetkan penanganan dapat segera tuntas setelah data dari DLH keluar, agar Jalan Pantai Amal Lama bisa kembali dibuka untuk umum. (Rajab)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses