Bupati Resmikan Unit Hemodialisa di RSUD Malinau

by Redaksi Kaltara
Malinau- Guna meningkatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malinau, Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si meresmikan dan membuka Unit Hemodialisa atau Unit Cuci Darah, pada Jum’at (28/08).
Ditemui usai meresmikan Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si merasa senang, bahagia serta bersyukur karena sekarang RSUD Malinau sudah memiliki fasilitas Hemodialisa yang baru saja diresmikan.
“Saya kira apa yang menjadi tekad kita menjadikan rumah sakit ini sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien yang berada di sekitar Malinau termasuk Malinau sendiri sehingga masyarakat Malinau tidak lagi sulit soal biaya dan segala macam lainnya. Karena memang rumah sakit ini harus memiliki fasilitas yang dibutuhkan,” ujarnya.
Hampir kurang lebih 10 tahun kata Dr. Yansen, ia bertekad ingin menyediakan semua fasilitas yang dibutuhkan oleh RSUD Malinau, dan dalam perjalanan panjangnya ia bersyukur hari ini RSUD Malinau sudah memiliki Hemodialisa atau fasilitas alat cuci darah.
“Semoga ini menjadi alat yang membantu masyarakat Malinau dan sekitarnya sebagai bentuk pelayanan sosial kemasyarakatan kita,” ucapnya.
Dr. Yansen merasa bahwa fasilitas alat ini kualitasnya pun sama hanya yang mungkin membedakan orangnya. Tetapi ia bersyukur karena dalam waktu yang cukup panjang pihak rumah sakit sudah menyiapkan semuanya dengan baik mulai dari para perawat hingga spesialis di bidangnya.
Kemudian dengan adanya alat tersebut, otomatis juga akan mengurangi beban biaya, waktu, tenaga, pikiran dan kebersamaan keluarga.
“Kalau mereka keluar daerah seperti Tarakan, mereka harus rawat jalan dan mereka harus sewa rumah, kemudian biaya bertambah, keluarga pun sulit mendampingi,” jelasnya.
“Kalau dia di sini itu seperti dia pergi ke pasar. Jadi dia bisa pergi ke rumah sakit merawat keluarganya, kemudian bisa bekerja lagi, dia bisa bekerja sebagaimana adanya jadi tidak menyulitkan lagi. Saya syukuri ini bisa membantu dan meringankan beban masyarakat Malinau khususnya keluarga,” imbuhnya.
Dr. Yansen pun berharap kedepan keberadaan alat ini tidak hanya untuk melayani masyarakat Malinau, tetapi masyarakat Indonesia bahkan juga negara tetangga karena Malinau berbatasan dengan negara tetangga. Oleh sebab itu tidak lagi memerlukan beban waktu, tenaga, biaya dan sebagainya. (ian/red)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: