Dirut Media Online Diduga Sebarkan Hoax, Akun FB Inisial NAY Diminta Minta Maaf

by Redaksi Kaltara

Postingan akun FB dan WA yang diduga menyebarkan berita Hoak.

TANJUNG SELOR, MK – Akun Whatsapp Messenger atas nama “aksa management” dan akun Facebook (FB) Nur Aksa Yahya Aksa diduga telah menyebarkan berita bohong (hoax) mengenai kecelakaan tunggal mobil dinas Pemprov Kaltara di Jalan Poros Desa Ardi Mulyo, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Senin (18/5/2020).

Gusti salah satu korban laka, menepis berita miring bahwa mobil dinas tersebut digunakan untuk kegiatan sosialisasi dan pecitraan yang kuat tertuju pada Gubernur Provinsi Kaltara Dr. Irianto Lambrie.

Ia menegaskan kegiatannya murni merupakan tugas dinas, dalam rangka mendokumentasikan kegiatan Gubernur Kaltara yang kala itu meninjau lokasi pembangunan jalan poros Pelabuhan Ancam. “Saya sudah lihat akun Facebooknya dan pesan yang disampaikan oleh orang itu di WhatsApp Group (WAG). Itu semua hoaks,” jelas Gusti didampingi kawannya Berky.

Parahnya, akun WA “aksa management” menyebutkan dalam mobil itu ada majalah, kalender, koran dan gambar gubernur. Padahal dalam mobil itu, kata Gusti hanya berisi majalah saja. “Inikan sudah jelas melebih-lebihkan sesuatu. Bisa saja tujuannya menyebarkan info yang belum diketahuinya secara pasti memiliki maksud negatif,” kesalnya.

Atas dasar itu, Gusti berencana melaporkan yang bersangkutan ke Polda Kalimantan Utara. Lantaran telah menyebarkan berita bohong dan pencemaran nama baik. “Jika dalam 1×24 jam tidak ada itikad baik dan permohonan maaf dari yang bersangkutan di semua media massa baik cetak maupun elektronik, akan saya proses secara hukum,” tegas Gusti.

Hal berbeda disampaikan oleh Edy Nugroho salah satu wartawan yang ikut dalam mobil tersebut. Dikatakannya, berita Benuanta.co.id media online yang dipimpin akun FB Nur Aksa Yahya Aksa juga memberitakan hal yang salah.

“Diberita itu saya dibilang yang membawa mobil hingga tak terkendali. Padahal yang bawa mobil bukan saya, melainkan salah satu pegawai Humas. Jelas Dirut dan medianya ada apa yah? Kok sampai memberitakan dan menyebarkan informasi tidak sesuai fakta,” bebernya.

Terpisah, Karo Humas dan Protokol Muhammad Mursid membenarkan bahwa korban laka tunggal yang terjadi di poros jalan Pelabuhan Ancam adalah stafnya. Ia menyebutkan, bahwa stafnya tersebut melakukan tugas kedinasan mendampingi Gubernur meninjau proyek pembangunan.

“Itu kegiatan resmi, dan sudah terjadwal,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur telah meresmikan operasi pasar murah di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan didampingi Komandan Korem (Danrem) Maharajalila/092, Kolonel Inf Suratno. Setelah itu rombongan baru menuju Pelabuhan Ancam untuk meninjau proyek pembangunan infrastruktur di sana.

“Jadi tidak benar jika staf saya melakukan Sosialisasi pencitraan seperti informasi yang beredar,” jelasnya.

Terkait dengan majalah yang ada di dalam mobil tersebut, Mursid menjelaskan itu adalah majalah rutin yang diterbitkan oleh Humas, dan itu dibagikan secara gratis sebagai ruang informasi kepada masyarakat di Kaltara.

“Itu majalah Focus Kaltara, isinya berita seputar program Pemprov Kaltara yang secara rutin diterbitkan Humas,” jelasnya.

Secara terpisah, Pengamat Hukum Jaya Wardhana, SH mengungkapkan tuduhan yang disampaikan di media sosial jika terbukti tidak berdasar dan hanya berdasarkan asumsi semata dapat dikenakan pidana.

“Apalagi pengamatannya hanya melalui foto yang beredar dan dugaan saja. Harusnya perlu konfirmasi terlebih dahulu terutama kepada penegak hukum. Banyak pasal yang bisa dikenakan, salah satunya menyangkut UU ITE karena penyebaran informasinya melalui media,” tuturnya.

“Saya juga telah mendengar bahwa saksi/korban telah menjelaskan kondisi yang bahwasanya segala tuduhan itu tidak berdasar, hanya berasumsi dari foto saja. Maka kuat sekali bisa diproses secara hukum yang berlaku,” tambah Jaya.

Melalui pesannya akun tersebut menyebutkan “isi mobilnya kalender, majalah, koran gambar gubernur. Sepertinya mobil ini habis melakukan sosialisasi pencitraan di tengah pandemi covid 19. Teguran awal dari Tuhan,” begitu isi tulisan tersebut dalam WAG -www.benuanta.co.id, Senin (18/5/2020).

Tidak hanya itu, melalui akun facebooknya juga disampaikan demikian. Menurutnya, ini adalah teguran dari tuhan. “Tragedi Plat Merah, -Teguran Awal. Astaghfirullah, dibulan puasa, mobil menurut informasi adalah kendaraan Humas dan Protokol Pemprov Kaltara, KU 1034 B, terbalik seperti gambar. Di tengah Pandemi Covid 19 mestinya banyak berdiam. Bukan malah melakukan sosialisasi pencitraan. Di gambar terlihat ada majalah, koran kalender sosialisasi jelang pilgub kalimantan utara.. ,”tulisnya. (MK*1)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.