Ernes Silvanus Nahkodai IKDL 2026–2031, Warga Dayak Lengilu’ Titip Harapan Besar untuk Persatuan dan Pembangunan

by Isman Toriko

MALINAU, Metrokaltara.com – Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) II Ikatan Keluarga Dayak Lengilu’ (IKDL) di Kabupaten Malinau. Dari forum tertinggi organisasi tersebut, nama Dr. Ernes Silvanus muncul sebagai figur yang mendapat kepercayaan kuat dari mayoritas peserta untuk memimpin IKDL selama lima tahun ke depan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau itu resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum IKDL periode 2026–2031 setelah meraih 83 suara dari total 106 suara sah, atau sekitar 83,96 persen dukungan peserta yang memiliki hak pilih. Perolehan tersebut menjadikannya unggul telak atas sembilan kandidat lainnya dan sekaligus memenuhi syarat untuk ditetapkan langsung sebagai ketua umum sesuai tata tertib pemilihan.

Keputusan itu bukan sekadar hasil angka dalam pemungutan suara. Bagi masyarakat Dayak Lengilu’ yang tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, kemenangan Ernes dianggap sebagai mandat besar untuk membawa organisasi adat dan kekeluargaan tersebut memasuki babak baru yang lebih aktif, solid, dan berdaya guna.

Ketua Panitia Mubes II IKDL, Fureng Elisa Mou, menjelaskan bahwa seluruh proses pemilihan berlangsung secara demokratis dan terbuka. Setiap peserta diberikan hak yang sama untuk mengusulkan nama calon ketua umum sebelum dilakukan pemungutan suara.

“Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mengusulkan calon. Dari hasil penjaringan itu muncul 10 nama. Pak Ernes memperoleh dukungan hampir 84 persen sehingga sesuai tata tertib langsung ditetapkan sebagai ketua umum karena telah melampaui syarat 50 persen plus satu suara,” ujarnya, Sabtu (20/6).

Dalam hasil pemungutan suara, posisi kedua ditempati Pdt. (Em.) Yefta Barto dengan lima suara atau 4,72 persen. Sementara Dr. Yansen TP, Ir. Kristian Muned, Fureng E. Mou, dan Ramong Pangeran masing-masing memperoleh dua suara atau 1,89 persen. Adapun Drs. Lupisz Ambo, Sergius, Faridan Barto, serta Dr. Apri STP masing-masing meraih satu suara atau 0,94 persen.

Pelaksanaan Mubes II IKDL memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Dayak Lengilu’. Organisasi yang menjadi wadah pemersatu warga Dayak Lengilu’ ini pertama kali dibentuk di Balikpapan pada tahun 2002. Namun dalam rentang lebih dari dua dekade, organisasi tersebut baru dua kali melaksanakan musyawarah besar.

Menurut Fureng, Mubes kedua sebenarnya telah beberapa kali direncanakan, namun berbagai kendala membuat pelaksanaannya terus tertunda. Baru pada tahun 2026, dengan dukungan kuat masyarakat Dayak Lengilu’ di Malinau dan daerah lainnya, agenda besar tersebut akhirnya dapat diwujudkan.

“Ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga Dayak Lengilu’. Setelah sekian lama, kita akhirnya dapat berkumpul kembali untuk menentukan arah organisasi ke depan,” katanya.

Sebanyak 106 peserta dari berbagai daerah hadir dalam Mubes II IKDL. Mereka datang dari Kabupaten Malinau, Nunukan, Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Balikpapan, Samarinda, hingga sejumlah wilayah lain yang menjadi tempat bermukimnya masyarakat Dayak Lengilu’.

Keberagaman asal peserta menunjukkan bahwa ikatan kekeluargaan Dayak Lengilu’ tetap terjaga meskipun tersebar di berbagai daerah dan provinsi.

Prosesi pelantikan ketua umum dan jajaran pengurus baru dilaksanakan pada hari yang sama di Gedung Gereja GKPI Tanjung Lapang, Malinau. Namun ada pemandangan yang cukup berbeda dalam pelantikan kali ini.

Karena sedang menjalankan tugas di luar daerah, Ernes Silvanus mengikuti prosesi pelantikan secara virtual melalui aplikasi Zoom. Meski tidak hadir secara fisik, pelantikan tetap berlangsung khidmat dengan disaksikan para peserta Mubes, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pengurus yang hadir langsung di lokasi.

Sementara itu, jajaran pengurus lainnya menjalani pelantikan secara langsung sebagai tanda dimulainya masa kepengurusan baru IKDL periode 2026–2031.

Pelantikan tersebut juga menjadi momen estafet kepemimpinan dalam tubuh IKDL. Fureng menyebut Ernes merupakan ketua umum kedua sejak organisasi itu berdiri. Ketua sebelumnya diketahui telah meninggal dunia pada tahun lalu, sehingga kepengurusan baru diharapkan mampu melanjutkan cita-cita dan perjuangan yang telah dirintis para pendahulu.

Di tengah derasnya arus modernisasi dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, keberadaan organisasi kedaerahan dan kekeluargaan seperti IKDL memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Bagi masyarakat Dayak Lengilu’, organisasi ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk merawat nilai-nilai adat, memperkuat solidaritas, dan membangun jejaring sosial yang dapat memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Karena itu, harapan besar kini tertuju kepada kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Ernes Silvanus. Selain menjaga persatuan warga Dayak Lengilu’ yang tersebar di dua provinsi, IKDL juga diharapkan mampu mengambil peran yang lebih aktif dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kita berharap IKDL lebih eksis dan semakin dikenal masyarakat luas. Organisasi ini juga diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan daerah serta menjadi wadah pemersatu masyarakat Dayak Lengilu’ yang ada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” tutup Fureng.

Dengan dukungan mayoritas yang begitu kuat, kepemimpinan Ernes Silvanus kini menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Dayak Lengilu’. Sebuah amanah besar untuk menjaga warisan leluhur, mempererat persaudaraan, dan membawa IKDL semakin berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan daerah di masa depan. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses