Tahun Ajaran Baru, SMPN 2 Malinau Kota Gelar Simulasi

by Redaksi Kaltara

Malinau – Kepala Sekolah SMPN 2 Malinau Kota Mekhendri, S.Pd mengatakan bahwa kegiatan simulasi merupakan persiapan sebelum memasuki tahun ajaran baru 2020/2021 di tengah pandemi Covid-19 dengan menerapkan model pola hidup sehat, aman, produktif.

“Inilah yang nantinya akan menjadi model pelaksanaan kegiatan belajar selama pandemi. Ini wajib kita lakukan karena ketika nanti siswa itu masuk hari pertama belajar maka dia sudah mengetahui langkah-langkah atau prosedur sebelum memasuki tahun ajaran baru,” jelasnya.

Untuk SOP-nya sendiri mengikuti SK bersama 4 Menteri dan surat edaran dari Dinas Pendidikan yang secara khusus mengatur tentang desain pembelajaran selama pandemi.

“Nanti ruang kelas yang biasanya satu ruang itu 32 siswa akan kita kondisikan dengan pengaturan jarak 1,5 meter. Dengan satu ruangan itu hanya boleh dimasuki 16 sampai 18 siswa,” terangnya.

Jadi siswa nanti akan dibagi menjadi 2 shift yaitu shift belajar tatap muka di sekolah dan belajar dari rumah secara bergantian.

“Untuk shift 1 kita rencanakan tatap muka selama satu minggu. Kemudian shift ke-2 minggu depannya untuk melaksanakan kegiatan tatap muka. Jadi silih berganti kegiatan belajar tatap muka dengan belajar di rumah,” ujarnya.

Kemudian untuk pelajaran selama masa pandemi akan dikurangi. Ada sekitar 7 pelajaran yang akan dikurangi waktunya. Kemudian 1 pelajaran yaitu muatan lokal akan diisi tentang pemahaman Covid-19.

“Jam pelajaran selama pandemi ini berkisar 3 jam 35 menit dengan satu kali istirahat. Selama istirahat siswa tidak diperbolehkan keluar ruang kelas. Tetap berada di ruangan dengan menikmati bekal yang mereka bawa dari rumah masing-masing. Karena kantin sementara tidak dibuka,” terangnya.

Pada kesempatan ini, Kepsek Mekhendri berpesan kepada para orang tua/wali siswa untuk bisa bekerjasama dengan para guru selama masa pandemi ini. Ia juga menjamin bahwa para siswa akan selalu berada dalam pengawasan selama berada di sekolah dengan tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan.

“Tadi kami juga sudah menyampaikan kepada para siswa untuk menyampaikan pendapat mereka tentang protokol kesehatan yang ada di sekolah. Jika mereka merasa nyaman maka bisa langsung disampaikan kepada orang tua tetapi jika mereka merasa tidak nyaman juga tidak apa-apa bisa meminta untuk mengikuti pelajaran di rumah,” tuturnya. (Diskominfo)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: