Hadiri Maulid Nabi, Supa’ad Hadianto Ajak Warga Lamongan Terus Perkuat Persaudaraan

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sekaligus Penasehat Persatuan Sedulur Lamongan Tarakan, Supa’ad Hadianto, menilai keberadaan majelis taklim menjadi salah satu kekuatan warga asal Lamongan yang bermukim di Kota Tarakan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang digelar Jamaah Tahlil dan Yasin Miftahus Salam, Minggu malam (13/9/26), di Lapangan Voli Gang Rahmat, RT 44, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan.

Dalam sambutannya, Supa’ad mengapresiasi konsistensi Majelis Taklim Miftahus Salam yang secara rutin melaksanakan kegiatan keagamaan dan mempererat silaturahmi antarjamaah.

Menurutnya, sebagian besar jamaah majelis taklim tersebut merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjalankan berbagai aktivitas ekonomi di Kota Tarakan.

“Mereka ini semua UMKM. Ada yang pagi-pagi membawa motor ke pasar, ada yang berjualan di sekolah-sekolah. Inilah UMKM,” ujar Supa’ad.

Ia mengatakan, para perantau asal Lamongan datang ke Tarakan dengan dua tujuan utama, yakni memperbaiki kondisi ekonomi sekaligus membangun silaturahmi dan memperbanyak persaudaraan.

“Kami merantau di sini itu cuma dua. Pertama memperbaiki ekonomi, yang kedua menjalin silaturahmi dan memperbanyak persaudaraan,” katanya.

Supa’ad menyebut, warga Lamongan di Tarakan memiliki sejumlah majelis taklim yang tersebar di berbagai wilayah. Di antaranya berada di Gunung Lingkas, Gang Nipa, Pasir Putih, Semekong hingga Juwata Laut.

Menurut dia, keberadaan majelis taklim tidak hanya menjadi wadah kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial antarwarga perantauan.

“Kekuatan kami memang ada di majelis taklim. Warga kami yang ada di Kota Tarakan ini banyak. Setiap bulan Maulid, majelis taklim-majelis taklim ini melaksanakan Maulid Nabi,” ungkapnya.

Dalam momentum Maulid Nabi, Supa’ad berharap jamaah tidak hanya mengambil pelajaran selama mengikuti kegiatan, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak masyarakat untuk terus mengingat dan mencintai Nabi Muhammad SAW, salah satunya dengan memperbanyak selawat serta menjaga hubungan baik dengan sesama.

“Jangan sadarnya hanya waktu duduk di sini. Setelah pulang ke rumah sudah tidak ingat lagi. Kalau kita selalu ingat Kanjeng Nabi, mencintai Kanjeng Nabi, ya banyak-banyak bersholawat Kemudian dalam kehidupan sehari-hari kita saling menguatkan,” tuturnya.

Selain aktif dalam kegiatan keagamaan, Supa’ad juga menyoroti peran warga Lamongan dalam menggerakkan sektor UMKM di Tarakan.

Ia menyebut sejumlah usaha kuliner yang berkembang di tengah masyarakat turut dijalankan oleh warga asal Lamongan.

“Kalau ada pecel lele, itu pasti orang kami. Soto, orang kami. Kalau lihat orang Lamongan, pasti ingatnya Soto Ayam Lamongan,” ujarnya disambut suasana hangat dari para jamaah.

Supa’ad juga mengibaratkan Persatuan Sedulur Lamongan sebagai wadah untuk mempererat hubungan kekeluargaan warga Lamongan di Tarakan.

Ia berharap keberadaan organisasi dan majelis taklim warga Lamongan dapat terus diperkuat sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Tarakan.
“Kekuatan ini terus harus kita jalin, harus kita perkuat dan mempunyai manfaat yang luas,” pungkasnya.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses