TARAKAN – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara melakukan monitoring ke Fuel Terminal (FT) Tarakan untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda kerja Komisi III pada Masa Persidangan II Tahun 2026 sebagaimana tertuang dalam Badan Musyawarah Nomor 03 Tahun 2026. Monitoring dijadwalkan berlangsung di FT Tarakan, Jalan Yos Sudarso, Lingkas Ujung, Tarakan.
Ketua Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman, mengatakan pengawasan dilakukan untuk memperoleh informasi langsung mengenai kondisi stok, distribusi, serta potensi kendala dalam penyaluran BBM selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
“Monitoring ini penting untuk memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan distribusinya tidak mengalami hambatan. Kami ingin masyarakat merasa tenang dan tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar menjelang Idul Fitri,” ujar Jufri.
Menurutnya, peningkatan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan menjelang Lebaran perlu diantisipasi dengan memastikan rantai pasok BBM berjalan dengan baik. Pengawasan tersebut juga diharapkan dapat mengantisipasi potensi gangguan distribusi yang dapat berdampak pada masyarakat.
Dalam monitoring, Komisi III juga berkoordinasi dengan pengelola FT Tarakan dan pihak terkait untuk mendapatkan data mengenai kapasitas penyimpanan, penyaluran harian, wilayah distribusi, serta kesiapan menghadapi peningkatan kebutuhan BBM.
Perwakilan Fuel Pertamina Tarakan, Adrianus Toban, menjelaskan FT Tarakan berdiri di atas lahan seluas 68.209 meter persegi dan memiliki 13 tangki timbun dengan total kapasitas aman mencapai 27.270 kiloliter (KL).
“Total penyaluran harian atau throughput rata-rata mencapai 1.400 KL per hari. Distribusi dilakukan melalui jalur darat, laut menggunakan kapal, hingga udara untuk wilayah Krayan,” jelas Adrianus.
Menurutnya, cakupan distribusi FT Tarakan meliputi Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, Malinau, Bulungan, dan Tana Tidung. Produk yang disalurkan antara lain Pertalite, Pertamax, Biosolar B40, Dexlite B40, Solar B0, serta Avtur.
Adrianus juga menyampaikan bahwa jaringan penyalur di wilayah Kalimantan Utara terdiri atas empat SPBU reguler, 21 SPBU Kompak/Modular, 16 SPBU 3T, 32 Pertashop, dan tiga SPBE.
Pasokan BBM untuk FT Tarakan disebut berasal dari Balikpapan dan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Jufri menegaskan, DPRD Kaltara akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebutuhan dasar masyarakat, termasuk memastikan distribusi energi berjalan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Monitoring tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara DPRD, pengelola terminal BBM, dan pemangku kepentingan lainnya sehingga kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal.

