Jelang Lebaran, Bupati Tana Tidung Pastikan Stok Aman, Harga Minyak Kita Jadi Sorotan

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik perdagangan di wilayah Kabupaten Tana Tidung. Mulai dari agen distributor, pasar tradisional hingga lokasi pasar murah menjadi sasaran pemantauan orang nomor satu di Bumi Upun Taka tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok serta ketersediaan sembako bagi masyarakat menjelang momen Lebaran yang identik dengan lonjakan kebutuhan konsumsi.

Didampingi unsur Forkopimda, termasuk Kapolres Tana Tidung, Dandim 0914 Tana Tidung,Kepala BPS, Ibrahim Ali menyusuri lapak-lapak pedagang dan berinteraksi langsung dengan para penjual. Dari hasil pantauan tersebut, secara umum harga kebutuhan pokok dinilai masih dalam kondisi relatif aman.

“Kalau kita lihat secara umum, harga masih relatif stabil. Memang ada kenaikan, tapi tidak terlalu signifikan,” kata Ibrahim Ali di sela sidaknya, Senin (8/3/2026).

Ia mencontohkan beberapa komoditas yang menjadi perhatian masyarakat, seperti ayam potong yang masih berada pada kisaran harga Rp47 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Sementara untuk cabai, harganya masih berada di sekitar Rp100 ribu per kilogram.

Bupati Ibrahim Ali Pastikan Harga Tak Ada Lonjakan Jelang Lebaran

Menurutnya, angka tersebut masih dalam batas wajar menjelang Lebaran yang biasanya diikuti peningkatan permintaan masyarakat.

Namun di tengah hasil pemantauan yang relatif stabil itu, tim sidak menemukan satu hal yang cukup mengejutkan, yakni harga Minyak Kita, minyak goreng bersubsidi dari pemerintah.

Ibrahim Ali mengaku terkejut saat mengetahui minyak goreng yang seharusnya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per kilogram justru dijual jauh lebih mahal di tingkat pengecer.

“Temuan kami hari ini yang cukup membuat kaget adalah Minyak Kita. Itu kan minyak subsidi pemerintah dengan HET Rp15.700 per kilogram. Tapi di eceran dijual sampai Rp22 ribu,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ibrahim Ali bersama Kapolres Tana Tidung langsung bergerak mendatangi salah satu agen untuk menanyakan penyebab lonjakan harga tersebut.

Sidak Pasar, Ibrahim Ali sebut Masih Relatif Aman Meski Ada Kenaikan, Tapi Tidak Signifikan

“Kami tadi langsung mendatangi agen bersama Pak Kapolres untuk menanyakan kenapa bisa sampai semahal itu,” ujarnya.

Meski demikian, penelusuran lebih lanjut terkait alur distribusi minyak goreng tersebut masih akan dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Teman-teman dari Polres Tana Tidung nanti akan mengecek lagi alurnya. Karena pengakuan dari agen, harga dari distributor di Tarakan sudah berada di atas Rp15.700,” jelasnya.

Selain memantau harga, Ibrahim Ali juga memastikan ketersediaan bahan pokok penting menjelang Idul Fitri. Ia menegaskan bahwa stok kebutuhan pokok di Tana Tidung masih dalam kondisi aman hingga hari raya.

Menurutnya, pemerintah daerah memang memberi perhatian khusus pada sejumlah komoditas strategis seperti beras, cabai, ayam potong hingga daging.

Pasar Murah Pun Menjadi Perhatian Bupati Ibrahim Ali Guna Menekan Harga Jelang Lebaran

“Yang biasanya kita khawatirkan itu kan beras kosong, cabai langka, ayam potong atau daging. Tapi Alhamdulillah hari ini saya cek langsung semuanya tersedia. Stoknya masih aman, tinggal harganya saja yang harus kita kawal,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi agar harga tetap terkendali, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung juga telah membentuk tim pengawasan harga yang melibatkan unsur Forkopimda.

Tim ini bertugas memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar agar tidak terjadi lonjakan yang memberatkan masyarakat.

“Untuk mengawal harga ini kita sudah bentuk tim dari Forkopimda agar harga-harga bahan pokok tetap terjaga,” tegasnya.

Selain pengawasan pasar, pemerintah daerah juga melakukan intervensi langsung melalui program Pasar Murah yang digelar di lima kecamatan di Kabupaten Tana Tidung.

Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk membantu masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah, agar tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Dalam pasar murah tersebut, pemerintah memberikan subsidi sehingga harga beberapa komoditas menjadi lebih rendah dibanding harga pasar.

“Pasar murah ini kita lakukan dengan intervensi harga. Ada subsidi silang sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih murah,” jelas Ibrahim Ali.

Ia mencontohkan harga telur ayam yang di pasaran saat ini mencapai sekitar Rp58 ribu per piring, namun di pasar murah dijual hanya Rp48 ribu per piring.

“Subsidi ini cukup membantu masyarakat. Kita lihat juga antusias masyarakat sangat tinggi memanfaatkan momen ini,” tambahnya.

Secara keseluruhan, pemerintah daerah telah menyiapkan sekitar 4.000 paket sembako yang didistribusikan melalui pasar murah di lima kecamatan di Tana Tidung.

“Kurang lebih ada 4 ribu paket yang kita siapkan untuk masyarakat di lima kecamatan. Memang kita prioritaskan untuk masyarakat yang kurang mampu,” katanya.

Tidak hanya fokus pada kebutuhan pangan, Ibrahim Ali juga memberikan perhatian pada kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Lebaran.

Ia meminta Dinas Perhubungan bersama instansi terkait memastikan kondisi jalan yang akan dilalui masyarakat selama musim mudik berada dalam kondisi baik dan aman.

“Saya juga meminta kepada Dishub untuk memastikan jalan-jalan yang akan dilalui saat arus mudik nanti dalam kondisi baik dan bisa dilalui dengan aman,” ujarnya.

Selain itu, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji juga menjadi bagian dari pengecekan pemerintah daerah.

Ibrahim Ali mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) terkait stok energi tersebut.

“Untuk stok BBM dan elpiji saya sudah tanyakan langsung ke Kadis Disperindagkop. Alhamdulillah semuanya aman sampai setelah Lebaran,” pungkasnya.

Sidak pasar ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan masyarakat Tana Tidung dapat menjalani bulan Ramadan hingga Idul Fitri dengan tenang, tanpa dihantui kelangkaan bahan pokok maupun lonjakan harga yang tidak wajar. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses