Lomba Perahu Dayung Festival Sungai Kayan Berlanjut hingga Minggu, 3.500 Pendayung Ikut Berlaga

by Muhammad Refy Ramadhan

TANJUNG SELOR, MK – Rangkaian Lomba Perahu Dayung Tradisional dalam Festival Sungai Kayan 2026 di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), berlanjut hingga Minggu. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bulungan dan Tanjung Selor sekaligus ajang silaturahmi masyarakat.

Bupati Bulungan, Syarwani mengajak seluruh masyarakat Kaltara untuk datang ke Tanjung Selor dan menyaksikan langsung jalannya perlombaan yang diikuti ribuan pendayung dari berbagai daerah tersebut.

“Saya mengundang kepada seluruh warga masyarakat Kalimantan Utara di mana pun berada untuk bisa sama-sama hadir di Tanjung Selor, menyaksikan Festival Sungai Kayan sampai hari Minggu mendatang,” ujarnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, antusiasme peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Bulungan, tetapi juga dari luar daerah, termasuk Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kehadiran peserta lintas daerah tersebut menambah semarak persaingan dalam lomba perahu dayung tradisional.

Syarwani menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat dan peserta yang turut menyukseskan festival tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas respons dan dukungan yang membawa antusiasme untuk hadir di Festival Sungai Kayan ini. Tidak hanya dari lokal Kabupaten Bulungan, tetapi juga saudara-saudara kita dari Kabupaten Berau,” katanya.

Ia menjelaskan, panitia membuka kategori terbuka pada kelas 50 sehingga memberikan kesempatan kepada peserta dari wilayah Kalimantan Utara dan daerah lain, termasuk Kalimantan Timur, untuk berpartisipasi. Menurutnya, lomba perahu dayung tradisional bukan hanya menjadi tontonan masyarakat, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan serta menjaga tradisi yang telah lama berkembang di Kabupaten Bulungan.

“Ini menjadi ajang silaturahmi dan menjadi sarana pemersatu bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan khususnya ke depan,” ungkapnya.

Festival Sungai Kayan 2026 diikuti sekitar 122 tim atau kelompok pendayung, dengan jumlah keseluruhan kurang lebih 3.500 pendayung putra dan putri. Para peserta berlaga dalam tiga kategori, yakni kelas 20, 30, dan 50. Pemerintah daerah juga terus melakukan pembenahan dalam penyelenggaraan festival. Tahun ini, kegiatan tidak hanya diisi perlombaan perahu dayung, tetapi turut menghadirkan pertunjukan seni dan musik untuk menambah kemeriahan acara.

Lebih lanjut Syarwani mengatakan, musisi dan seniman lokal diberikan kesempatan tampil sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas generasi muda daerah.

“Bukan hanya lomba perahunya, tetapi juga ada pergelaran seni musik tradisional. Pada hari-hari berikutnya ada kegiatan dari musisi-musisi dan para seniman lokal yang kita berikan panggung melalui Festival Sungai Kayan ini,” jelasnya.

Kehadiran para seniman tersebut diharapkan dapat memperluas daya tarik festival, sehingga masyarakat tidak hanya menyaksikan perlombaan, tetapi juga menikmati pertunjukan seni dan budaya lokal.

Selain menjadi ajang pelestarian olahraga tradisional, Festival Sungai Kayan juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Berdasarkan informasi dari dinas terkait yang disampaikan Bupati Bulungan, terdapat sekitar 130 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut meramaikan kawasan kegiatan. Para pelaku UMKM tersebut menempati area mulai dari depan Pelabuhan PIP hingga ke arah Kampung Arab.

“Dengan demikian terjadi perputaran uang, ada interaksi, ada silaturahmi yang terbangun melalui momentum kegiatan Festival Sungai Kayan ini,” ujarnya.

Bupati menambahkan, antusiasme masyarakat dalam membuat perahu tradisional dan mengikuti latihan juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi dayung yang telah diwariskan secara turun-temurun di Kabupaten Bulungan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan olahraga tradisional yang lebih mengedepankan partisipasi, kreativitas, dan pelestarian budaya masyarakat.

“Apa yang kita siapkan setiap tahun merupakan apresiasi dari pemerintah daerah atas kreativitas dan antusiasme masyarakat dalam melestarikan olahraga tradisional dayung ini sendiri,” katanya.

Festival Sungai Kayan telah diselenggarakan selama tiga tahun berturut-turut dan menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Bulungan. Pemerintah daerah juga melakukan evaluasi setiap tahun untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan. Penambahan pertunjukan seni dan musik lokal pada 2026 menjadi salah satu upaya penyempurnaan berdasarkan evaluasi penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Meski belum dipastikan masuk dalam kalender tetap Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah berharap Festival Sungai Kayan dapat terus berkembang sebagai agenda budaya dan daya tarik wisata di Kabupaten Bulungan. Melalui lanjutan lomba perahu dayung tradisional hingga Minggu, masyarakat diharapkan dapat turut menyaksikan kemeriahan festival, mendukung pelestarian tradisi lokal, serta berpartisipasi dalam rangkaian perayaan HUT Kabupaten Bulungan dan Tanjung Selor. (Fy/red)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses