Ketua DPRD Kaltara Hadiri Pembukaan Mubes Luar Biasa Dewan Adat Dayak Kaltara

by Suiman Namrullah

TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Achmad Djufrie, SE., MM., menghadiri pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) Luar Biasa Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Utara yang digelar di Tanjung Selor, Jumat (29/5/26).

Dalam kegiatan tersebut, Achmad Djufrie hadir bersama Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Kornie Serliany, ST., dan Pdt. Robenson Tadem. Acara itu juga dihadiri Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) yang juga Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Utara, Dr. Drs. Marthin Billa, MM.

Pembukaan Mubes Luar Biasa secara resmi dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Kehormatan Majelis Adat Dayak Nasional.

Pelaksanaan Mubes berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat persatuan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat serta budaya Dayak. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi adat guna menjaga keberlanjutan peran lembaga adat di tengah masyarakat.

Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Mubes yang menurutnya berjalan dengan baik, kondusif, dan penuh kebersamaan.

“Mubes ini adalah satu musyawarah luar biasa, dan itu hal yang biasa dalam setiap organisasi. Kegiatan ini merupakan proses memilih pemimpin pengganti karena ada yang mundur dan ada pengganti. Saya melihat pelaksanaannya berjalan secara kompak dan baik,” ujar Achmad Djufrie.

Ia menilai proses pergantian kepemimpinan yang berlangsung dalam Mubes tersebut mencerminkan kedewasaan organisasi dan mampu menciptakan suasana yang harmonis di antara seluruh peserta.

“Saya setuju sekali, ini adalah satu momen acara adat yang pergantiannya sangat kondusif dan sangat bagus, sehingga bisa diterima oleh semua pihak. Saya mendukung dan setuju atas apa yang dilakukan dalam Mubes Luar Biasa Dewan Adat Dayak Kalimantan Utara ini,” katanya.

Lebih lanjut, Achmad Djufrie berharap kepengurusan Dewan Adat Dayak yang akan datang mampu memperkuat persatuan dan solidaritas masyarakat adat di Kalimantan Utara.

“Harapan saya, pemimpin DAD ke depan adalah sosok yang bisa lebih meningkatkan kekompakan masyarakat adat. Khususnya masyarakat Dayak, dan pada umumnya seluruh masyarakat Kalimantan Utara agar bisa bersama-sama dan terus berkolaborasi dengan masyarakat kita yang ada di Kalimantan Utara,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang tercermin selama pelaksanaan Mubes menjadi contoh positif dalam menjaga stabilitas organisasi sekaligus memperkuat eksistensi lembaga adat sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Ia berharap hasil musyawarah tersebut dapat membawa manfaat bagi masyarakat adat Dayak serta semakin memperkuat sinergi antara lembaga adat dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kalimantan Utara yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui Mubes Luar Biasa ini, Dewan Adat Dayak Kalimantan Utara diharapkan dapat terus menjalankan perannya sebagai wadah pemersatu masyarakat adat, pelestari nilai-nilai budaya leluhur, serta mitra pemerintah dalam menjaga persatuan dan pembangunan daerah.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses