Nunukan, MK – Pemerintah Kabupaten Nunukan menggelar Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Nunukan, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WITA tersebut diikuti sebanyak 487 peserta PAUD yang telah mengikuti rangkaian kegiatan peringatan HAN di Kabupaten Nunukan.
Peringatan HAN yang diperingati setiap 23 Juli ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian bersama dalam menyayangi, melindungi, dan menjaga masa depan anak-anak.
Dalam laporan panitia yang disampaikan oleh perwakilan Plh. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, disampaikan bahwa peringatan HAN menjadi pengingat akan besarnya peran dan tanggung jawab seluruh pihak dalam memastikan anak mendapatkan hak serta tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Kata anak tidak boleh berhenti sebagai slogan. Harus ada tindakan untuk memastikan anak mendapatkan haknya dan tumbuh sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk di ruang digital. Perhatian terhadap anak juga perlu mencakup kreativitas, keberanian, dan mentalitas, sehingga anak memiliki ruang untuk bereksplorasi dan berkembang.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Ny. Andi Annisa Muthia Irwan, S.E., menyampaikan pentingnya peran keluarga dalam memberikan kasih sayang, rasa aman, pendidikan, serta pendampingan bagi anak sejak usia dini.
“Orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak-anaknya. Rumah harus menjadi sekolah pertama yang penuh cinta, tempat anak merasa aman, dihargai, dan didampingi,” ujarnya.
Bunda PAUD juga mengajak para pendidik untuk terus menanamkan karakter positif kepada anak serta memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh dengan percaya diri.
Kepada anak-anak yang hadir, ia berpesan agar terus belajar, berani mencoba hal-hal baru, tetap ceria, serta menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, sambutan Bupati Nunukan yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Amin, S.H., menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia anak. Pemerintah Kabupaten Nunukan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, perluasan akses pendidikan, peningkatan kompetensi guru, pemberian beasiswa, serta dukungan pendidikan di wilayah perbatasan.
“Anak adalah investasi terbesar bangsa. Masa depan Kabupaten Nunukan, masa depan Kalimantan Utara, bahkan masa depan Indonesia, sangat ditentukan oleh kualitas anak-anak yang kita didik hari ini,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati juga berpesan kepada anak-anak Nunukan agar tidak menjadikan kondisi wilayah perbatasan sebagai hambatan untuk meraih cita-cita.
“Jangan pernah merasa bahwa tinggal di wilayah perbatasan menjadi sebuah keterbatasan. Justru dari perbatasan inilah akan lahir pemimpin, ilmuwan, dokter, guru, pengusaha, atlet, seniman, bahkan tokoh bangsa yang akan mengharumkan nama Kabupaten Nunukan,” tambahnya.
Puncak peringatan HAN ke-42 tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memberikan perlindungan, pendidikan, kasih sayang, serta ruang tumbuh yang sehat bagi anak-anak Nunukan.(**)

