TARAKAN – Paguyuban Keluarga Klaten (Pakerten) Kota Tarakan memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-22 di Kelurahan Kampung 1 Skip, Kecamatan Tarakan Tengah, Minggu (9/8/26).
Peringatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar Pakerten untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan, sekaligus memperkuat kekompakan antaranggota.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi eksistensi Pakerten yang telah bertahan selama lebih dari dua dekade.
“Selamat ulang tahun yang ke-22 untuk Pakerten. Dalam 22 tahun ini tentu banyak dinamika, suka dan duka yang sudah dilalui bersama,” ujar Supa’ad.
Menurut Supa’ad, menjaga keharmonisan sebuah paguyuban bukanlah hal yang mudah. Karena itu, diperlukan komunikasi dan sikap saling mendengarkan agar kebersamaan tetap terjaga.
“Menjaga keharmonisan dalam paguyuban itu tidak mudah. Pemimpin harus lebih banyak mendengar daripada banyak bicara supaya bisa meminimalisir kesalahan,” katanya.
Ia berharap Pakerten dapat terus berkembang dan mempertahankan kekompakan seluruh anggotanya. Menurutnya, paguyuban bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga wadah untuk memperkuat persaudaraan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Supa’ad juga mengingatkan keluarga besar Pakerten untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, termasuk kabar bohong dan informasi provokatif.
Sebagai wakil rakyat, ia menyatakan siap menerima dan mengawal aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan yang berkembang di Kalimantan Utara sesuai dengan kewenangannya.

Keluarga besar Pakerten Tarakan saat melakukan foto bersama usai kegiatan syukuran Ulang tahun yang ke 22, turut didampingi Supa’ad Hadianto, SE anggota DPRD Provinsi Kaltara.
Dalam kesempatan tersebut, Supa’ad turut menyampaikan kedekatannya dengan wilayah Klaten. Meski lahir di Lamongan, Jawa Timur, ia mengatakan istrinya berasal dari Pengging, Boyolali, yang wilayahnya berbatasan dengan Klaten.
“Kalau pulang kampung, saya sering lewat Klaten. Jadi cukup familiar dengan Klaten,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pakerten Tarakan, Samiyo, mengatakan HUT ke-22 mengusung tema “Sahita Hamemayu Raharjo”. Tema tersebut, kata dia, menjadi semangat bagi keluarga besar Pakerten untuk terus bergotong royong, menjaga persatuan dan kerukunan.
“Intinya kita selalu guyub selawase, menjaga kesehatan, menjaga keutuhan organisasi, dan mendukung pemerintah, khususnya di Tarakan dan Kalimantan Utara,” kata Samiyo.
Samiyo menjelaskan, mempertahankan eksistensi Pakerten selama 22 tahun membutuhkan komitmen dan konsistensi seluruh anggota. Salah satunya dilakukan melalui pertemuan rutin setiap bulan.
Selain memperkuat silaturahmi, keluarga besar Pakerten juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Saat ini, jumlah anggota Pakerten di Tarakan tercatat sekitar 65 orang. Jumlah tersebut menurun dari sebelumnya sekitar 85 orang karena sebagian anggota berpindah tempat.
Meski demikian, Samiyo memastikan Pakerten tetap berjalan dan diisi anggota dari berbagai latar belakang profesi, termasuk TNI, Polri, dokter, serta profesi lainnya.
Memasuki usia ke-22 tahun, Samiyo berharap Pakerten semakin solid, mampu mendorong anggotanya untuk berkembang bersama, serta terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.
Peringatan HUT ke-22 Pakerten pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan memperkokoh kebersamaan keluarga besar Klaten di Kota Tarakan.

