BULUNGAN, MK – Pemerintah Kabupaten Bulungan resmi menjalin kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terkait pemanfaatan dan sinkronisasi data bidang tanah serta data objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Penandatanganan nota kesepakatan dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati Bulungan dan berlangsung dengan tertib serta lancar, Jumat (27/02). Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam mengintegrasikan data pertanahan dengan data perpajakan daerah.
Bupati Bulungan, Syarwani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor BPN Bulungan atas inisiatif dan dukungan sehingga kerja sama ini dapat terlaksana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPN/ATR Bulungan atas kerja keras dan komitmennya. Semoga kolaborasi ini membawa manfaat besar bagi daerah,” ujar Syarwani.
Menurutnya, sinergi antara Pemkab Bulungan dan BPN akan menghasilkan data pajak yang lebih valid dan akurat, khususnya untuk sektor PBB-P2 dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Kedua sektor tersebut merupakan sumber penting Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bulungan.
Sementara itu, Kepala Kantor BPN Bulungan, Muhammad Eka Diana menerangkan, pihaknya memiliki data PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) sejak tahun 2017 hingga 2025 dengan ratusan ribu bidang tanah yang datanya akurat, baik subjek maupun objeknya, termasuk luas dan riwayat peralihannya.
“Apabila NIB di Kantor Pertanahan dikawinkan dengan NOP yang ada di pemerintah daerah, maka ke depan akan terbit SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) baru yang lebih akurat. Bahkan setiap terjadi peralihan atau balik nama, SPPT dapat langsung dicetak atas nama pemilik yang baru”, terangnya.
Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bulungan HM. Zulkifli Salim kepada media menjelasan bahwa penandatangan Nota Kesepakatan ini adalah langkah awal dimulainya kerjasama, dimana para pejabat tehnis akan menyiapkan data sebagaimana yg tertuang didalam Naskah kerjasama.
Zulkifli menuturkan untuk memantapkan langkah-langkah aktualisasi, kedua belah pihak akan mengunjungi salah satu daerah kabupaten percontohan di Jawa Tengah sebagai instansi yang sudah bekerjasama dengan BPN.
“Insyallah kita atur waktu untuk studi tiru di salah satu Kabupaten di Jawa tengah tentang bagaimana prakteknya dan aplikasi apa saja yang digunakan dalam memanfaatkan dua data base kedua belah pihak”, tutur Zulkifli.
Zulkifli meyakini kerjasama ini berpotensi untuk mendongkrak PAD Bulungan khususnya sektor Pajak PBB-P2 dan BPHTB. Dengan terintegrasinya data tanah dan objek pajak Bumi dan Bangunan akan melahirkan data yang valid dan akurat sehingga meningkatkan pendapatan asli daerah lewat PBB P2 dan BPHTB untuk Bulungan yang semakin maju dan transparan. (rfy/red)


