Satgas Pamtas Yonarmed 4/Parahyangan Sita 792 Botol Miras Ilegal di Perbatasan Malinau

by Isman Toriko

MALINAU, Metrokaltara.com — Di tengah sunyinya jalur perbatasan yang membelah hutan dan kampung-kampung kecil di Malinau, prajurit Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 4/Parahyangan Kodam III/Siliwangi terus berjaga. Bukan hanya menjaga garis batas negara, tetapi juga melindungi masa depan generasi muda dari ancaman peredaran minuman keras ilegal.

Dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Satgas Pamtas yang dipimpin Letkol Arm Januar Idrus, S.H., M.I.P. berhasil mengamankan sebanyak 792 botol minuman keras (miras) ilegal dari berbagai jalur rawan peredaran di wilayah perbatasan Kabupaten Malinau.

Pengungkapan ini merupakan hasil dari patroli rutin dan sweeping intensif yang dilakukan secara berkelanjutan. Jalur-jalur tikus yang kerap dimanfaatkan sebagai pintu masuk barang ilegal menjadi fokus utama pengawasan. Tidak hanya mengandalkan kekuatan personel, Satgas juga membangun sinergi erat dengan aparat desa dan masyarakat setempat.

“Peran masyarakat sangat penting. Informasi dari warga menjadi mata dan telinga kami di lapangan,” ungkap salah satu personel Satgas Pamtas di sela kegiatan pengamanan.

Keberhasilan operasi ini tidak semata diukur dari jumlah botol miras yang diamankan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungannya. Warga kini semakin berani melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi merusak ketertiban dan keamanan wilayah perbatasan.

Langkah tegas Satgas Pamtas Yonarmed 4/Parahyangan menegaskan kehadiran negara di wilayah terluar. Penegakan hukum dilakukan secara profesional dan humanis, dengan tujuan utama melindungi generasi muda dari dampak negatif miras ilegal.

Di perbatasan Malinau, pengamanan bukan sekadar tugas rutin, melainkan bentuk pengabdian untuk memastikan masa depan yang lebih aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat perbatasan. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses