Supa’ad Hadianto Ajak Warga Blora di Tarakan Perkuat Persaudaraan Lewat Silaturahmi

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Partai NasDem, Supa’ad Hadianto, mengajak warga Ikatan Keluarga Jawa Blora (Jawara) Kota Tarakan untuk terus menjaga persatuan dan kekompakan melalui kegiatan silaturahmi yang dilaksanakan secara rutin.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan arisan dan silaturahmi Jawara yang digelar di Kompleks Perumahan Intraca, Kota Tarakan, Minggu (7/6/26).

Menurut Supa’ad, kegiatan sederhana seperti arisan memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antaranggota paguyuban sekaligus menjaga keberlangsungan organisasi di tengah kehidupan masyarakat perantauan.

“Kalau kita mau kuat, kita harus bersatu. Kalau mau bersatu, salah satunya adalah sering-sering bersilaturahmi dan bertatap muka,” ujarnya di hadapan puluhan warga Jawara yang hadir.

Penasehat Paguyuban Keluarga Warga Jawa (Pakuwaja) Kota Tarakan itu mengaku memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat asal Blora dan Cepu. Ia menyebut ayahnya berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang berbatasan langsung dengan wilayah Cepu dan Blora.

Kedekatan tersebut membuatnya cukup mengenal sejarah keberadaan warga Blora di Kota Tarakan. Bahkan, ia masih mengingat adanya paguyuban warga Blora yang aktif sekitar tahun 2007 hingga 2008.

“Saya masih ingat dulu paguyuban Blora pernah ada di Gunung Lingkas. Bahkan pernah ada usulan pengadaan gamelan saat itu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Supa’ad juga membagikan pengalaman saat memimpin Pakuwaja Kota Tarakan pada periode 2006–2010. Menurutnya, organisasi yang besar dan kuat tidak dibangun dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang yang dimulai dari langkah-langkah kecil dan konsisten.

“Tidak ada sesuatu yang langsung besar. Semua diawali dari hal-hal kecil dan fundamental,” ucap Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara itu.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan aktivitas organisasi, Supa’ad menyerahkan bantuan berupa satu unit speaker aktif kepada Jawara. Bantuan tersebut diberikan setelah dirinya menerima informasi mengenai kebutuhan perlengkapan dasar organisasi.

“Saya tidak pandai berjanji. Kalau ada rezeki saya bantu, kalau belum bisa ya saya bilang belum bisa. Tapi menurut saya yang paling dibutuhkan sekarang adalah sound system,” ungkapnya.

Selain itu, Supa’ad juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan masyarakat. Ia mempersilakan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, masukan maupun keluhan melalui akun media sosial pribadinya.

“Silakan kalau ada yang mau curhat atau menyampaikan sesuatu, bisa lewat media sosial saya,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Supa’ad berharap Jawara tetap menjaga semangat kebersamaan dan terus melaksanakan agenda silaturahmi secara berkelanjutan. Menurutnya, jumlah peserta yang hadir bukanlah ukuran utama keberhasilan sebuah organisasi.

“Walaupun yang hadir 30 atau 40 orang, kegiatan harus tetap berjalan. Karena ini yang membuat organisasi tetap hidup dan kuat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan silaturahmi yang rutin, diharapkan hubungan kekeluargaan antarwarga perantauan asal Blora di Kota Tarakan semakin erat serta mampu menjadi wadah untuk menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, dan saling membantu di tengah kehidupan bermasyarakat.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses