TARAKAN – Upaya menjaga kebersihan lingkungan di Kelurahan Karang Balik, Kota Tarakan, terus dilakukan secara gotong royong oleh pemerintah kelurahan bersama masyarakat. Salah satunya melalui penjagaan dan pengelolaan Depo Sampah Karang Balik yang dilakukan secara swadaya oleh ketua RT, LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga pihak kelurahan.
Hal tersebut disampaikan Lurah Karang Balik, Bulkani, saat ditemui bersama Sekretaris Kelurahan dan sejumlah ketua RT serta Bhabinkamtibmas pada Sabtu malam (6/6/2026).
Bulkani menjelaskan, lahan depo sampah yang saat ini digunakan merupakan milik lembaga pemasyarakatan (Lapas) Tarakan yang dipinjam pakai oleh Kelurahan Karang Balik. Meski bukan aset pemerintah daerah, pihak kelurahan bersama masyarakat berkomitmen merawat dan menjaga kebersihan lokasi tersebut.
“Jam pembuangan sampah sudah kami tentukan mulai pukul 06.00 sampai 10.00 Wita. Karena dari Dinas Lingkungan Hidup pengangkutannya hanya sekali dalam sehari. Di luar jam tersebut tidak kami layani dan masyarakat kami minta kembali sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujar Bulkani.
Menurutnya, untuk menjaga ketertiban, keamanan dan kebersihan depo, pihak kelurahan melibatkan seluruh ketua RT, LPM, Babinsa dan Bhabinkamtibmas secara bergiliran melakukan penjagaan.
“Malam ini saya bersama RT 1 dan RT 9 yang berjaga. Teman-teman LPM hampir setiap malam turut mendampingi. Bahkan mantan lurah dan Bhabinkamtibmas juga ikut bergiliran piket,” katanya.
Ia mengungkapkan, sistem penjagaan tersebut telah berjalan hampir lima bulan. Pada awal pelaksanaannya, petugas menemukan banyak sampah yang dibuang oleh warga dari luar wilayah Karang Balik, bahkan menggunakan kendaraan pikap dan roda tiga.
“Setelah kami lakukan penjagaan, volume sampah menjadi lebih terkendali. Pengangkutan dari DLH yang sebelumnya bisa dua sampai tiga kali, kini cukup satu kali angkut setiap hari,” ungkapnya.
Bulkani menambahkan, keberadaan depo sampah yang lebih bersih juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Bau sampah yang sebelumnya kerap dikeluhkan kini berkurang karena area depo rutin dibersihkan dan disemprot setelah pengangkutan.
“Sekarang sudah tidak bau lagi. Bahkan di sekitar sini ada kafe dan masyarakat merasa lebih nyaman. Anak-anak muda juga sering berkumpul sambil membantu menjaga kebersihan depo,” ujarnya.
Meski demikian, ia berharap semangat gotong royong yang telah terbangun dapat terus dipertahankan demi mendukung kebersihan lingkungan dan mewujudkan Kota Tarakan yang bersih, indah, dan nyaman sesuai dengan nama Kota Tarakan Bersih, Aman, Indah Sejahtera (BAIS).
“Insya Allah penjagaan ini akan terus berlanjut. Saya bangga dengan kepedulian para ketua RT dan masyarakat Karang Balik yang terus mendukung program kebersihan lingkungan,” tutupnya.

