TARAKAN – Sekolah Rakyat Terintegrasi 59 Tarakan terus memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi di Kelurahan Karang Balik dan Tim Penggerak PKK Kelurahan Karang Balik. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan program Sekolah Rakyat sekaligus memberikan pemahaman mengenai mekanisme penerimaan peserta didik dan sistem pendidikan yang diterapkan.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 59 Tarakan, Marisa Aulia, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sebagian besar peserta didik yang diterima berasal dari latar belakang yang memerlukan pendampingan khusus, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan.
“Ketika pertama kali masuk, sebagian anak belum pernah bersekolah, ada yang putus sekolah, bahkan ada yang belum mengenal huruf sama sekali. Kondisi kesehatan mereka juga beragam, mulai dari kekurangan gizi hingga mengalami masalah kesehatan lainnya. Karena itu, kami membangun pendidikan dimulai dari fondasi yang paling dasar,” ujar Marisa, Rabu (22/7/26).
Ia menjelaskan, proses pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi diawali dengan asesmen awal, pembinaan kesehatan dan gizi, pembiasaan karakter, ibadah, kedisiplinan, serta penguatan kemampuan literasi dan numerasi.
Menurut Marisa, pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil yang nyata. Dalam kurun waktu sembilan bulan, sejumlah peserta didik mengalami peningkatan kondisi kesehatan yang signifikan, termasuk kenaikan berat badan yang berdampak pada kesiapan mereka mengikuti proses belajar mengajar. Selain itu, kemampuan akademik dan karakter siswa juga terus berkembang hingga berhasil meraih berbagai prestasi di bidang keagamaan, seni, akademik, dan olahraga.
Dihadapan ibu-ibu PKK kelurahan Karang Balik Marisa menyampaikan, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari perubahan karakter dan perilaku peserta didik. Untuk itu, Sekolah Rakyat turut menjalankan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) bagi orang tua siswa sebagai upaya mendukung kesejahteraan keluarga. Berbagai testimoni dari orang tua menunjukkan perubahan positif pada anak-anak mereka yang kini lebih disiplin, mandiri, santun, percaya diri, serta semakin rajin beribadah.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya memberikan pendidikan, tetapi juga membangun karakter, memulihkan harapan, dan membuka masa depan anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan agar mampu tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan berprestasi,” ungkap Marisa.
Sementara itu, Lurah Karang Balik, Bulkani, menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 59 Tarakan. Menurutnya, program tersebut menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan yang layak.
“Dari kami, Kelurahan Karang Balik sangat mendukung adanya Sekolah Rakyat karena sangat membantu masyarakat yang kurang mampu, khususnya yang berada pada kategori desil 1 dan desil 2. Program ini memberikan kesempatan bagi anak-anak yang putus sekolah maupun yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” kata Bulkani.
Ia menjelaskan, proses penjangkauan calon peserta didik dilakukan melalui Kementerian Sosial. Selain itu, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 59 Tarakan direncanakan akan berpindah ke lokasi baru di kawasan Juata pada Agustus 2026.
“Kami berharap masyarakat yang memang memenuhi kriteria dapat memanfaatkan program ini dengan baik. Semoga anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu memperoleh masa depan yang lebih baik melalui pendidikan di Sekolah Rakyat,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami tujuan, mekanisme, serta manfaat Sekolah Rakyat, sehingga lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang layak dan berkualitas.



