SOA Perintis Tetap Beroperasi Normal

by Muhammad Aras

TANJUNG SELOR, MK – Lain halnya dengan penerbangan komersil, penerbangan perintis Subsidi Ongkos Angkut (SOA) seluruh rute di wilayah Kalimantan Utara masih beroperasi secara normal. Untuk mencegah penularan wabah Covid-19, seluruh penumpang harus mengikuti standar protokol kesehatan yang diterapkan oleh para petugas bandara.

“Kami melihat masyarakat sangat patuh dengan standar protokol kesehatan yang diterapkan tersebut. Mereka peduli dan sama-sama saling menjaga peredaran Covid-19,” tuturnya.

Tidak hanya SOA penerbangan perintis APBD yang beroperasi normal. SOA APBN dan APBD Kabupaten Nunukan dan Malinau juga demikian. Pergerakan penumpang pesawat perintis berdasarkan pengamatan Dinas Perhubungan Kalimantan Utara masih cukup signifikan. Dan sejauh ini, belum ada kebijakan pemerintah maupun kepala daerah agar melakukan penundaan operasional SOA.

“Jadi maskapai tidak akan menunda penerbangan kecuali ada hal-hal teknis. Tetapi menunda karena antisipasi Covid-19 sejauh ini dari pemerintah (pusat), pimpinan, dan maskapai belum ada arahan. Agar tetap aman, maka itu standar protokol kesehatan di bandara harus dipatuhi oleh semua penumpang,” ujarnya.

Hingga akhir triwulan I 2020, SOA APBD Pemprov Kalimantan Utara sudah terserap sebanyak 5 persen, APBD Nunukan 9 persen, dan APBN 20 persen.

Mulai hari ini (31/3/2020), frekuensi penerbangan sembako melalui program ‘Jembatan Udara’ ke Krayan ditambah dari satu kali dalam sepekan menjadi lima kali sepekan. Hal ini dilakukan mengingat kebutuhan sembako di wilayah tersebut cukup meningkat akibat kebijakan lockdown negeri tetangga, Malaysia. Setiap kali pengiriman, membawa maksimal 800 kilogram sembako.

“Resikonya’Jembatan Udara’ di bulan-bulan berikutnya akan berkurang karena sudah diambil yang seharusnya sekali menjadi lima kali seminggu. Setiap pengangkutan yang diperkenankan Kementerian Perdagangan maksimal 800 kilogram,” ujarnya. (humas)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: