Soroti Skema Penyaluran Beasiswa Satu Pintu, Hasan Basri Minta DPRD Perkuat Fungsi Pengawasan

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI, Hasan Basri, menyoroti adanya informasi mengenai kebijakan penyaluran beasiswa melalui skema satu pintu yang disebut hanya melibatkan perguruan tinggi negeri. Menurutnya, apabila kebijakan tersebut merupakan kebijakan pemerintah daerah, maka DPRD perlu menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan pelaksanaannya tetap menjunjung prinsip keadilan bagi seluruh mahasiswa.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasan Basri saat dimintai tanggapan terkait mekanisme penyaluran beasiswa di daerah, Selasa (28/7/26).

Hasan Basri mengaku baru mengetahui adanya informasi mengenai skema penyaluran beasiswa yang hanya melalui perguruan tinggi negeri. Sepanjang pengetahuannya, pemerintah pusat belum menerapkan kebijakan serupa secara nasional.

“Saya baru tahu kalau ada penyaluran begitu melalui kampus negeri saja. Karena kalau kebijakan secara nasional, setahu saya tidak ada seperti itu. Kalau di daerah, saya tidak tahu apakah itu kebijakan pemerintah daerah atau bagaimana. Kalau itu dilakukan pemerintah daerah, yang melakukan controlling sebaiknya DPRD sesuai fungsi pengawasannya, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya.

Menurutnya, DPRD memiliki peran strategis untuk memastikan setiap kebijakan di bidang pendidikan tetap memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh masyarakat. Ia menilai perubahan mekanisme penyaluran beasiswa tidak boleh mengurangi akses mahasiswa terhadap bantuan pendidikan, termasuk bagi mereka yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta.

Hasan Basri mengingatkan bahwa perguruan tinggi swasta selama ini menjadi pilihan bagi banyak lulusan sekolah menengah yang belum memperoleh kesempatan belajar di perguruan tinggi negeri. Karena itu, pembatasan penyaluran beasiswa hanya kepada mahasiswa perguruan tinggi negeri dinilai berpotensi memengaruhi keberlangsungan pendidikan sebagian mahasiswa.

“Kalau misalnya hanya untuk negeri, sementara perguruan tinggi negeri juga terbatas kuota dan jumlah mahasiswa yang diterima. Secara otomatis kampus-kampus swasta ditempati oleh adik-adik kita, baik dari luar daerah maupun dari pedesaan. Kalau itu memengaruhi keberlanjutan pendidikan mereka, tentu akan berdampak,” katanya.

Ia juga menanggapi informasi mengenai adanya pola kerja sama antara perguruan tinggi negeri dan swasta dalam penyaluran kuota hibah beasiswa. Namun demikian, menurutnya perlu dipastikan terlebih dahulu apakah kebijakan tersebut merupakan regulasi pemerintah pusat atau hanya diterapkan oleh pemerintah daerah.

“Pemerintah mana dulu? Karena kalau secara nasional, setahu saya tidak ada seperti itu. Saya tidak tahu kalau di daerah,” ucapnya.

Apabila nantinya diketahui kebijakan tersebut merupakan bagian dari regulasi nasional, Hasan Basri menyatakan DPD RI siap memfasilitasi komunikasi dengan kementerian terkait untuk memperoleh kejelasan.

“Kalau memang itu sifatnya secara nasional, kita akan mengundang kementerian atau kalau perlu melakukan courtesy call untuk mendiskusikan hal tersebut dengan kementerian terkait,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hasan Basri menilai mekanisme penyaluran beasiswa yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa di perguruan tinggi negeri maupun swasta merupakan skema yang lebih ideal karena mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

“Menurut saya, yang sebelumnya lebih ideal karena semuanya masuk, baik perguruan tinggi swasta maupun negeri, semuanya bisa berkolaborasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi negeri dan swasta merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Meski demikian, ia mengakui jumlah beasiswa yang tersedia saat ini masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan mahasiswa.

Karena itu, ia berharap pemerintah terus meningkatkan alokasi anggaran pendidikan sehingga semakin banyak generasi muda yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Insya Allah, walaupun jumlah beasiswa saat ini masih sangat kurang, peningkatan dukungan terhadap program beasiswa tentu akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan,” pungkasnya.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses