Tebusan Kurang Penyebab SPBU Di Katamso Kerap Kosong

by Muhammad Aras

Dirkrimsus Polda Kaltara Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra

TANJUNG SELOR, MK – Terkait adanya informasi bahwa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Katamso, Tanjung Selor melakukan pengisian pada 03.00 WITA dini hari belum sampai ketelinga penyidik Polda Kaltara.

Dikatakan Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit melalui Dirkirmsus Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra bahwa sejauh ini pihaknya belum menerima informasi tersebut.  Kata dia, apabila informasi tersebut benar, ia tidak segan-segan akan menindaknya.

“Kalau memang ada buktinya segera laporkan ke kami. Saya sendiri yang akan turun langsung. Harus dibuktikan, tidak boleh kata orang, kata dia dan lainnya, jika ada segera laporkan,” ujarnya kepada Metro Kaltara, Kamis (13/2).

Diakuinya, terkait kekosongan yang kerap terjadi di SPBU Jalan Katamso, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada pihak Pertamina dan pihak terkait. Hasilnya, persoalan kuota yang didapatkan tidak sempurna, kemudian proses pengangkutan yang tidak maksimal sehingga berpengaruh terhadap jumlah kuota BBM yang diperoleh SPBU tersebut.

Ia menambahkan SPBU di Katamso juga mengalami kendala seperti pembiayaan. Biaya tebus BBM yang disalurkan ke Bulungan tidak cukup. Pihak SPBU tidak sanggup membayar dengan jumlah yang besar. Disamping itu juga ada persoalan internal pemilik SPBU.

“Kemampuan menebusnya yang kurang dan itu penyampaian dari mereka. Misalnya, BBM yang datang itu ada 18 ton. Namun pihak SPBU hanya bisa membayar sebanyak 5 ton, itu yang menjadi persoalan mereka setelah kita periksa,” terangnya.

 “Pengawasan tetap kita lakukan. Dan memang tetap beroperasi, namun hanya satu dispenser saja Pertamina harus bisa mengambil alih SPBU di jalan Katamso. Sama dengan SPBU di Sengkawit, itu binaan Pertamina.  Bagusnya dibuatkan 24 jam sehingga tidak ada antrean,” tutupnya. (as)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: